Haji 2022
Safari Wukuf, Ijtihad Kemenag yang Diadopsi Banyak Negara
Pelaksanaan haji tahun 1985 menjadi pelaksanaan haji yang paling bersejarah bagi Indonesia
Pelaksanaan haji tahun 1985 menjadi pelaksanaan haji yang paling bersejarah bagi Indonesia.
Saat itu, pelaksanaan haji bertepatan dengan musim panas ekstrim yang sangat tidak cocok dengan iklim nusantara.
Walhasil, banyak jamaah haji Indonesia jatuh sakit.
Untuk mengatasi hal itu, jamaah haji yang sakit disafariwukufkan ke Arafah.
Safari wukuf merupakan istilah yang dipakai untuk membawa jamaah sakit ke Arafah menggunakan ambulans atau mobil khusus di bawah pengawasan tenaga medis dan pembimbing ibadah.
Tindakan ini diambil untuk memastikan sahnya haji para jamaah yang tidak sehat, mengingat dalam sebuah hadis Nabi menyebut "Haji adalah Arafah.
" Belakangan, ijtihad pemerintah Indonesia ini diadopsi oleh banyak negara, termasuk Arab Saudi.
Ijtihad yang jarang diketahui, namun sangat patut diapresiasi.
Pelaksanaan haji tahun ini kembali dilakukan di musim panas.
Beberapa hari belakangan, suhu di Mekkah 40-45 derajat Celcius.
Baca juga: 182 Jamaah Haji Indonesia Akan Safari Wukuf
Baca juga: Menag Yaqut Tiba di Tanah Suci, Minta Jamaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Wukuf di Arafah
Cuaca terik membuat banyak jamaah haji Indonesia tumbang.
Menurut laporan terakhir Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sebanyak 204 jamaah haji harus disafariwukufkan.
Dari 204 jamaah itu, lima di antaranya berasal dari Aceh.
Kelima jamaah tersebut adalah Abdul Hamid bin Ismail dan Abdul Manaf bin Dahlan Abubakar (Kloter 1); Abdul Latif bin Muhammad Usman (Kloter 3); Sofyan bin Abdurrahman Abdullah (Kloter 4); dan Sudirman bin Arsyad dari Kloter 5.
Kelima jamaah haji Aceh tersebut saat ini sudah berada di KKHI dan siap untuk disafariwukufkan.
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, Arijal, menjelaskan, jumlah jamaah Aceh yang disafariwukufkan paling sedikit dibandingkan dengan daerah lain.
Ini sesuai dengan motto pelaksanaan haji tahun ini, "Mabrur, sehat, dan barakah," jelas Arijal yang bertugas sebagai pembimbing ibadah haji pada Kloter 5 Embarkasi Aceh.
Sedangkan menurut dr Isnaini Muharramah, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Kloter 4, kebanyakan jamaah yang disafariwukufkan adalah jamaah yang beresiko tinggi (resti) yang memiliki komorbid hipertensi dan terkait kardiovaskular.
Secara keseluruhan, jamaah haji Aceh dalam kondisi sehat dan siap mengerjakan rangkaian ritual ibadah haji.
Persiapan seperti pematangan manasik haji, medical check up, dan pembagian kartu serta gelang masuk ke Arafah menjadi pemandangan sehari-hari menjelang wukuf.(*)
Baca juga: Waktu Wukuf Jatuh Hari Jumat, 240 Jamaah Haji Indonesia akan Jalani Safari Wukuf
Baca juga: Kamis Hari Ini Jamaah Haji Wukuf di Arafah, Khotbah Diterjemahkan ke Dalam 10 Bahasa