Breaking News:

Kajian Islam

Bolehkah Menyertai Niat Kurban untuk Sembuh dari Penyakit? Simak Penjelasan Berikut Ini

Tujuan kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah, lantas bolehkan menyertai niat kurban dengan tujuan tertentu, seperti sembuh dari penyakit?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi berkurban - Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menghadiri pelaksanaan kurban di halaman Masjid Al-Furqan Gampong Beurawe, Banda Aceh, Rabu (21/7/2021). 

Bolehkah Menyertai Niat Kurban untuk Sembuh dari Penyakit? Simak Penjelasan Berikut Ini

SERAMBINEWS.COM - Bolehkah menyertai niat berkurban untuk sembuh dari penyakit?

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah atau 10 Dzulhijjah jatuh pada Minggu (10/7/2022).

Dalam momen ini, Idul Adha identik dengan berkurban.

Saat berkurban, tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah, lantas bolehkan menyertai niat kurbannya dengan tujuan tertentu, seperti sembuh dari penyakit?

Terkait hal tersebut, simak penjelasan di bawah ini.

Dilansir Serambinews.com dari akun Instagram Bimas Islam Kemenag RI, Sabtu (9/7/2022), menurut para ulama, kurban adalah menyembelih hewan ternak pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

Baca juga: Ini Khatib dan Imam Shalat Idul Adha 1443 H di Masjid Agung At Taqwa Kutacane Aceh Tenggara Besok

Meskipun niat utama kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah, tapi boleh saja menyertai niat kurbannya dengan tujuan tertentu, seperti sembuh dari penyakit.

Hal itu disebutkan sebagaimana dalam Darul Ifta’ Al-Mishriyah:

“Bertawassul kepada Allah dengan amal-amal shaleh untuk mewujudkan kebaikan hidup, seperti menolak kesusahan, menghilangkan masalah, menyembuhkan badan, memperluas rizeki, merupakan perkara yang telah diperintahkan oleh Allah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved