Berita Langsa

Pesan Toke Seum Pada Milad 15 Tahun Partai Aceh

Lahirnya Partai Aceh ini merupakan buah dari perjuangan yang begitu berat dengan cucuran keringat, darah dan air mata masyarakat Aceh

Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Usman Abdullah, Ketua DPA PA Kota Langsa 

Lalu di usia 15 tahun PA ini, ada harapan besar yang perlu diimplementasikan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat hingga partai ini menjadi lokomotif bagi Aceh yang bermartabat.

Baca juga: Sayap Partai Aceh, Muda Seudang Rekrut Anggota Baru, Target 2.000 Kader

Diantara harapan itu, pertama perjuangan secara politik harus mampu menampung aspirasi masyarakat dengan mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.

Kedua, seluruh kader PA maupun simpatisan partai untuk terus berkomitmen menjaga dan merawat perjuangan para syuhada yang telah mengorbankan darah dan air mata demi memperjuangkan perdamaian ini.

Ketiga, berharap PA semakin maju dan jaya serta semakin dicintai oleh masyarakat, sehingga kedepannya bisa lebih banyak lagi kader partai yang duduk di parlemen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Diumpamakan, jika manusia ketika usia 15 tahun berjalan merupakan masa proses remaja atau akil baliqh atau dalam ilmu medis dikenal dengan fase pubertas atau puber.

"Fase ini adalah fase dimana seorang manusia sudah matang secara fisik dan terjadi perubahan dari tubuh seorang anak menjadi tubuh orang dewasa," katanya. 

Maka, sambung Toke Seunlm, secara tingkah laku dan psikologis juga mengalami perubahan.

Biasanya seseorang yang memasuki tahap puber akan lebih berani bersikap dan sangat tertarik pada tantangan-tantangan baru.

Perjalanan 15 tahun ke belakang lebih didominasi dengan proses pembelajaran.

Hal ini disebabkan karena Partai Aceh adalah sebuah partai yang baru saja didirikan pasca konflik yang sangat panjang.

Konflik itu merupakan konflik berdarah-darah antara rakyat Aceh dengan Pemerintah Republik Indonesia yang telah menelan korban puluhan ribu nyawa manusia dari kedua belah pihak.

Konflik senjata dan berdarah terus terjadi sambung-menyambung semenjak Aceh bergabung dengan NKRI, dan sepertinya tidak akan pernah berakhir.

Tetapi berkat rahmat Allah SWT melalui cara-caraNya yang ghaib.

Baca juga: PR Penjabat Gubernur Aceh

Aceh dan RI dapat berdamai di bawah pantauan masyarakat Internasional yang secara pro-aktif terlibat dalam proses perdamaian tersebut.

Perdamaian itu pula yang telah mengubah pola perjuangan rakyat Aceh dalam menuntut hak-haknya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved