Luar Negeri

Singa Kelaparan Memakan Ekor Sendiri, Pengelola Penampungan Hewan Mendadak Hilang

Itu terjadi dimana tempat penampungan hewan membiarkan sejumlah hewan kelaparan dan mamaksa mereka memakan bagian tubuh sendiri.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Newsflash via Daily Star
Seekor singa yang kelaparan memakan ekornya sendiri di tempat penampungan hewan di Mexico City, Meksiko. 

Singa Kelaparan Memakan Ekor Sendiri, Pengelola Penampungan Hewan Mendadak Hilang

SERAMBINEWS.COM, MEKSIKO – Seekor singa yang dilanda kelaparan terpaksa memakan ekor sendiri.

Itu terjadi dimana tempat penampungan hewan membiarkan sejumlah hewan kelaparan dan mamaksa mereka memakan bagian tubuh sendiri.

Peristiwa ini terjadi di Mexico City, Meksiko, dan terkuak setelah LSM pemerhati Binatang Meksiko, Black Jaguar-White Tiger Foundation mengunggah sejumlah video.

Dilansir dari Daily Star, Senin (11/7/2022), sejauh ini pihak berwenang Meksiko sedang menyelidiki tempat penampungan hewan itu.

Baca juga: Seorang Pria Arab Saudi Pelihara Tiga Ekor Singa Terancam Dipenjara dan Denda Rp 115 Miliar

Tempat penampungan hewan tersebut diduga menjadi tempat pengadiayaan hewan sampai beberapa dari mereka harus memakan ekornya sendiri.

Beberapa rekaman video yang diunggah Black Jaguar-White Tiger Foundation, menunjukkan kondisi miris sejumlah hewan.

Video yang mengejutkan sejumlah orang memperlihatkan kondisi hewan-hewan di sana yang dibiarkan tanpa makanan hingga dalam keadaan kurang gizi.

Beberapa hewan memakan anggota tubuhnya sendiri, termasuk singa yang memakan ekornya karena menderita kelaparan.

Beberapa hewan berada dalam kondisi yang sangat lemas sehingga mereka tidak dapat berdiri.

Bahkan beberapa hewan di tempat itu tubuhnya dipenuhi kudis.

Baca juga: Seekor Singa di Dalam Mobil Kagetkan Warga Baghdad

Pemilik tempat penampungan, yang diidentifikasi sebagai Eduardo Mauricio Moises, dilaporkan menghilang setelah berita tentang tempat penampungan menyebar luas.

Beberapa kelompok hak asasi hewan bertindak untuk melaporkan tempat itu, yang sebelumnya sebagai rumah penyelamatkan hewan dari kesengsaraan di pusat penangkaran dan sirkus.

Seorang aktivis hewan, Arturo Islas Allende mengatakan tempat itu sekarang berada di bawah pengawasan pihak berwenang dengan pemiliknya sedang diburu polisi.

"Yayasan tidak memiliki dokumen atau izin yang sah," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang Mexico City sehingga dokter hewan dapat mulai menyelamatkan hewan-hewan kurus itu.

Baca juga: Dua Singa Lepas dari Kontainer, Petugas Bandara Changi Singapura Gaduh

Investigasi pihak berwenang menemukan lubang yang berisi tulang, yang diyakini milik bangkai lebih dari 200 harimau dan singa.

Tempat ini juga memiliki 17 monyet dan dua coyote.

“Tempat penampungan ini mengatakan bahwa mereka memiliki 400 hewan,” katanya.

“Namun, menurut pihak berwenang, hanya 180 hingga 190 yang ditemukan. Artinya, hanya kurang dari separuh hewan yang masih hidup,” sambung Allende.

Baca juga: Mengenal Pocut Meurah Intan, Singa Betina Aceh yang Diperjuangkan Ganjar Jadi Pahlawan Nasional

Ia menuduh pemiliknya secara ilegal menjual anak singa, harimau, jaguar, dan macan tutul, juga mengklaim bahwa karyawan belum dibayar gaji selama berbulan-bulan.

 “Pemiliknya juga tidak membayar sewa dan memiliki tagihan yang belum dibayar sekitar £40.612 (Rp 780 juta),” jelasnya.

Padahal, Allende, tempat penampungan hewan tersebut telah menerima jutaan dollar dalam bentuk donasi.

Namun ia menduga, uang itu dipakai oleh pribadi pemilik dan tidak sampai kepada hewan.

“Yayasan menerima jutaan dolar dalam bentuk donasi yang tidak sampai ke hewan dan terkait dengan penghindaran pajak,” ucapnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BERITA TERKAIT LAINNYA 

IKUTI DAN BACA BERITA SERAMBINEWS.COM DI GOOGLE NEWS 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved