Kupi Beungoh
Nilai-nilai Pendidikan Dalam Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim sudah menikah lebih dari 10 tahun, namun Allah SWT belum memberikan keturunan, sementara beliau menginginkan anak.
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag*)
Belajar dari kisah Istri Nabi Ibrahim, dengan anaknya yang bernama Nabi Ismail.
Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim sudah menikah lebih dari 10 tahun, namun Allah SWT belum memberikan keturunan, sementara beliau sangat menginginkan seorang anak. Karena alasan tersebut, dengan saran dan seizin istri beliau Siti Sarah.
Nabi Ibrahim, menikah dengan Siti Hajar, yang kemudian Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak, yang bernama Ismail yang dikenal dengan Nabi Ismail as.
Baru senang senangnya Nabi Ibrahim, menimang Ismail kecil, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim as, membawa Ismail kecil ke Mekah beserta ibunya Siti Hajar.
Sesampainya di padang pasir yang panas, lagi tandus dan tidak ada air tersebut, Nabi Ibrahim meninggalkan Ismail dan Siti Hajar di tempat tersebut tampa orang lain hanya berdua saja.
Nabi Ibrahim kembali pulang, sesuai dengan perintah Allah SWT. (Misalnya kita wanita sekarang ada diposisi Siti Hajar, tentu akan marah, sedih dan kecewa dengan perlakuan Nabi Ibrahim tersebut).
Baca juga: Pendidikan Seks Pada Anak Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerkosaan dan Pergaulan Bebas
Ketika Nabi Ibrahim, hendak berbalik arah kembali pulang, Nabi Ibrahim berpesan satu hal pada istrinya Siti Hajar: "jangan pernah keluar dari padang pasir ini".
(Kalau kita di posisi ibunda Siti Hajar, mungkin makin marah, kita ditinggal di padang tandus, tanpa sumber air, tanpa makanannya, hanya berdua dengan anak, masih bayi lagi, sangat tega, mungkin kira-kira begitu ungkapan perasaan kita sebagai perempuan).
Ketika Nabi Ibrahim berbalik melangkah hendak pulang
Ibunda Siti Hajar bertanya: atas perintah siapa, wahai Nabiyullah Ibrahim engkau tinggalkan kami berdua di padang pasir yang tandus ini?
Nabi Ibrahim menjawab : tanpa menoleh, "ini perintah Allah, wahai istriku.."
Ibunda Siti Hajar berkata: jika ini perintah Allah maka pulanglah, Allah yang akan menjaga kami di sini. Begitu kuat nya ketakwaan, keimanan, dan keyakinan Ibunda Siti Hajar kepada Allah SWT.
Lalu kembalilah Nabi Ibrahim, tinggallah Siti Hajar hanya berdua Nabi Ismail di padang pasir nan tandus, gersang lagi panas.
Baca juga: MENGAJAR Dengan Pendekatan Gaya Belajar Anak Didik, Akan Lebih Menarik dan Efektif
Sepeninggal Nabi Ibrahim, Ismail menangis karena kehausan, menangis dengan sangat kerasnya, sambil memukul mukul kakinya ke tanah karena sangat hausnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg-adalah-Dosen-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)