Breaking News:

Opini

Mengawal Pj Gubernur

MAYJEND TNI (Purn) Achmad Marzuki dilantik menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Rabu 6 Juli 2022 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian

Editor: bakri
hand over dokumen pribadi
Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh 

* (Untuk Pembangunan Aceh Bermartabat)

OLEH Prof Dr APRIDAR SE MSi, Guru Besar Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK) dan Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh.

MAYJEND TNI (Purn) Achmad Marzuki dilantik menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Rabu 6 Juli 2022 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang dilakukan dalam siding paripurna DPR Aceh untuk mengisi kekosongan kepala pemerintahan di Aceh, setelah Nova Iriansyah yang masa baktinya berakhir.

Dengan pelantikan tersebut maka terjawablah teka-teki siapa sosok Pj Gubernur Aceh, sehingga perbincangan terhadap kriteria calon orang nomor satu yang akan memimpin Aceh dua setengah tahun ke depan menjadi cair bagaikan bongkahan es di tengah terik matahari.

Ramainya perbincangan terhadap pergantian pucuk pimpinan, mengindikasikan bahwa masyarakat Aceh sangat peduli terhadap sosok yang akan memimpin di daerah yang menerapkan syariat Islam tersebut.

Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga masyarakat sangat berharap Pj Gubernur dapat menyelesaikan benang kusut yang masih melilit di daerah ujung Sumatera tersebut.

Aceh yang pernah berjibaku dengan penjajah ratusan tahun, kemudian berlanjut pada konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah pusat, sehingga daerah beriklim tropis yang subur dengan berbagai sumber daya alam melimpah, namun tidak membuat masyarakatnya hidup makmur dan sejahtera.

Dengan adanya perdamaian yang terjadi, membuat daerah Aceh sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda kehidupan yang lebih sejahtera.

Banyak yang menilai kesejahteraan yang terjadi baru hanya dapat dinikmati oleh para pengambil kebijakan, namun data statistik menunjukkan Aceh masih tergolong daerah termiskin di Sumatera serta tingkat pendidikan yang sangat rendah sebagai mana yang ditunjukkan oleh data kelulusan dari Seleksi Bersama penerimaan mahasiswa perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

Sumber daya alam yang melimpah, seharusnya dikelola dengan baik sebagai tanda rasa syukur atas nikmat Allah SWT berikan yang dikelola oleh Negara digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Perintah undang-undang terhadap hal tersebut, sepertinya masih abai dilakukan oleh pengelola Negara yang berada di provinsi paling ujung Sumatera tersebut.

Baca juga: Pj Gubernur Silaturahmi dengan Pimpinan Media Massa

Baca juga: Ulama Aceh Jaya Ajak Masyarakat Dukung dan Beri Masukan Pj Gubernur Aceh

Berbagai kekurangan yang telah dilakonkan para pengelola, seharusnya menjadi rujukan dalam membuat perencanaan ke depan yang lebih baik lagi.

Jangan sampai kesalahan yang pernah dilakukan selalu terjadi pengulangan, sehingga petuah yang sering diingatkan tidak digunakan sebagai pembelajaran dalam hidup yaitu “keledai pun tidak akan jatuh dalam lubang yang sama”.

Prioritas yang seharusnya dilakukan masyarakat Aceh di bawah kepemimpinan Wali Nanggroe, yaitu mengajak para cendekia, alim ulama serta tokoh masyarakat untuk duduk bersama memberikan masukan positif kepada Pj Gubernur sebagai prioritas yang harus diselesaikan terhadap lilitan persoalan yang masih menggerogoti daerah, sehingga Aceh tidak bisa bangkit dari keterpurukan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved