Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XXVII) - Sri Mulyani, Efek Glifosat, dan Ancaman Berkelanjutan
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan berbagai situasi yang sedang mengerogoti dunia dan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
Ketiklah nama Sri Mulyani, dan tambahkan kata, peringatan, di mesin pencari Google, Bing, atau Yandex, maka akan keluar sejumlah “warning” yang mengancam ekonomi Indonesia.
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan berbagai situasi yang sedang mengerogoti dunia dan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, saat ini, dan masa yang akan datang.
Apa yang disampaikan oleh Sri Mulyani tidak lain dari konsekwensi perang Ukraina terhadap perekonomian global yang menimpa tidak hanya kawasan terdekat, semisal Eropa.
Perang itu mempunyai akibat terhadap sekutu dan lawan Rusia, negara berkembang atau negara maju, dan juga negeri yang jauhnya belasan dan bahkan puluhan ribu kilometer dari kawasan perang itu.
Pasalnya hanya satu, tidak pernah terjadi dalam sejarah dunia, kejadian integrasi ekonomi global yang sangat kuat seperti dalam 30 tahun terakhir ini.
Persisnya satu kejadian di sebuah kawasan segera akan berpengaruh ke kawasan lain.
Apalagi kejadian perang Ukraina menyangkut dengan dua negara penting- Rusia dan Ukraina , yang merupakan gudang makanan dunia, dua negara penghasil pupuk dunia, dan satu negera penyedia energi terbesar dunia.
Baca juga: Massa Serbu Kediaman Resmi Presiden, Perdana Menteri Sri Lanka Bersedia Mundur
Peringatan yang diberikan oleh Sri Mulyani pada dasarnya berkisar pada ancaman perekonomian global, karena harga energi dan pangan global naik secara tidak biasa.
Yang terjadi kemudian semua negara menghadapi inflasi tinggi, yang direspons dengan suku bunga tinggi.
Dalam kondisi yang seperti itu, navigasi ekonomi pemerintah tidaklah mudah, karena yang mesti dicari adalah kesimbangan yang optimal antara suku bunga yang rendah, serta pertumbuhan ekonomi yang memadai.
Resesi ekonomi AS yang semakin nyata akan memberikan pukulan lanjutan kepada masyarakat global, baik mitra langsung maupun tak langsung dari Rusia, Ukraina.
Kajian lembaga keuangan internasional IMF-International Montary Fund- misalnya menemukan tidak kurang dari 60 negara berkembang di dunia kini mengalami ancaman ekonomi dan keuangan yang dahsyat akibat perang Ukraina.
Perang itu telah menghambat pemulihan ekonomi global akibat Covid-19 yang terjadi sebelumnya.
Diantara 60 negara yang terancam itu 42 diantaranya berada diambang kehancuran (Medcom 2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid-3.jpg)