Berita Aceh Selatan

Minyak Sering Tumpah di Pendakian Aceh Selatan, Warga Minta Pemerintah Lakukan Langkah Antisipasi

tumpahan minyak tersebut kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, dari kecelakaan ringan hingga kecelakaan berat sangat merugikan pengguna jalan

Penulis: Taufik Zass | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Personel BPBD Aceh Selatan sedang melakukan pembersihan badan jalan yang terkena tumpahan minyak di kawasan pendakian Gunung Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (21/07/2022) 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Sering terjadinya tumpahan minyak di badan jalan kawasan pegunungan Aceh Selatan membuat sejumlah pengendara dan pengguna jalan merasa resah dan geram.

Pasalnya, tumpahan minyak tersebut kerap menjadi pemicu terjadinya kecelakaan, dari kecelakaan ringan hingga kecelakaan berat yang sangat merugikan pengguna jalan.

Lokasi yang sering terjadinya tumpahan minyak dari mobil Tanki ini mulai dari tanjakan pegunungan di Kecamatan Labuhanhaji, Meukek, Sawang, Tapaktuan hingga Trumon.

Daerah ini sering kali terjadinya tumpahan minyak yang diduga berasal dari truk tangki pengangkut minyak.

Bakhtiar, salah seorang pengendara asal Kecamatan Kluet Utara, Jumat (22/07/2022) mengaku kesal dengan banyaknya tumpahan minyak di sepanjang gunung Tapaktuan.

Baca juga: Buku Nikah Rusak atau Hilang? Begini Cara Gantinya di KUA, GRATIS Tanpa Dipungut Biaya

Pasalnya, akibat tumpahan minyak tersebut membuat badan jalan menjadi licin dan mengakibatkan banyaknya pengendara yang terjatuh.

Ia mengaku beberapa kali hampir menemui maut saat menghindari tumpahan minyak tersebut, sehingga dengan terpaksa ia harus melaju di arus yang berlawanan.

"Tumpahan minyak itukan sering terjadi di tikungan menanjak.

Saat saya beserta istri coba menghindari dan masuk ke jalur yang berlawanan tiba-tiba muncul kendaraan lain, hampir saja terjadi kecelakaan," ucapnya, Jumat (22/7/2022).

Menurutnya, jika terpaksa harus melalui badan jalan yang terkena tumpahan minyak, maka resiko yang akan dialami adalah terjatuh bahkan tergelincir ke jurang.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Masuk Prapenuntutan, Jaksa Minta Penyidik Polda Aceh Lengkapi Berkas

"Kalau ketemu sama tumpahan minyak di jalan kita ibarat bertemu maut, bisa jatuh tergelincir bahkan masuk jurang," geramnya.

Sementara itu Wahyudi, salah seorang pengendara asal Kecamatan Labuhanhaji juga mengeluhkan sering terjadinya tumpahan minyak di badan jalan gunung Labuhanhaji hingga Sawang.

Menurutnya, beberapa kali minibus yang dikendarainya tergelincir bahkan hampir menabrak pengendara lainnya.

"Karena ada pengendara lain di depan kami mencoba melakukan pengereman, saat itu juga roda mobil langsung tergelincir dan hampir menabrak pengendara di depan," ceritanya.

Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan akan menjadi parah dan dikhawatirkan menjadi pemicu bertambahnya angka kecelakaan lalulintas di Aceh Selatan.

Karenanya, para pengguna jalan raya ini meminta Pemerintah melalui Dinas terkait segera melakukan langkah penanganan agar kejadian tumpahnya minyak tersebut tidak terus berlanjut 

Baca juga: BREAKINGNEWS - Kabulkan Gugatan Tiyong, PTUN Banda Aceh Batalkan SK Kemenkumham Aceh

"Saat ini masyarakat sudah mulai resah dan merasa geram atas kondisi yang terkesan dibiarkan itu.

Kami harap ditertibkan, periksa apa ada kebocoran atau over muatan yang sengaja dilakukan, kami sudah sangat bersabar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kadishub Aceh Selatan, Filda Yuslibar, S.STP, M.IP mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Aceh Selatan.

Sebab pihaknya tidak dibenarkan mengambil tindakan di jalan raya tanpa didampingi dari Satlantas.

"Apa lagi truk tangki perusahaan itu izin operasional pengangkutannya bukan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten.

Namun demikian kita akan pelajari lagi bersama Satlantas Polres Aceh Selatan terkait UU RI No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan untuk pengambilan tindakan yang dianggap mengganggu keselamatan pengguna jalan," ucapnya.(*)

Baca juga: Kisah Wandi Gayo Menembus Arena One Pride MAA, Sempat Jadi Kuli untuk Bertahan Hidup

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved