Breaking News:

Salam

Kampanye di Kampus, Risikonya Sangat Besar

Hingga kemarin, debat mengenai kampanye pemilu di kampus masih menjadi perbincangan hangat.

Editor: bakri
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Hasyim Asyari 

Hingga kemarin, debat mengenai kampanye pemilu di kampus masih menjadi perbincangan hangat.

Kalangan akademisi atau para elit perguruan tinggi umumnya tidak menyambut gembira, bahkan sebagian keberatan.

Sedangkan kalangan politisi banyak yang setuju tapi juga memberi banyak catatan mengingat kampanye di kampus risikonya sangat tinggi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari mengatakan kampanye politik boleh dilakukan di lingkungan kampus atau perguruan tinggi sepanjang memenuhi sejumlah ketentuan.

Hal itu bisa dilakukan mengingat seluruh warga kampus merupakan pemilih.

Kampanye di lingkungan kampus boleh dilakukan selama memberikan ruang yang sama bagi setiap peserta pemilu.

Tapi, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan, fasilitas pendidikan, faslitas ibadah, dan fasilitas pemerintah tidak boleh digunakan untuk kebutuhan kampanye.

Terkait kampanye di kampus, Bagja menyebut sebenarnya hal itu lumrah dilakukan di sejumlah negara maju.

Sedangkan terkait penerapan di Indonesia, menurutnya masih diperlukan kajian mendalam.

Baca juga: KPU Izinkan Kampanye di Kampus, PAN Usul dalam Bentuk Diskusi

Baca juga: Ketua KPU Sebut Kampus dan Ponpes Bisa Jadi Lokasi Kampanye Pemilu

"Apakah boleh politisi masuk kampus kalau dia diundang dalam debat akademik ya monggo-monggo saja.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved