Breaking News:

Nasib Tragis Istri di Banten, Dibunuh Suami 40 Hari Usai Melahirkan, Jasad Dimasukkan dalam Karung

Korban tidak hanya dihabisi secara menggenaskan, tapi jasadnya juga dimasukkan ke dalam karung kemudian dibuang ke tempat sampah.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase Serambinews.com: TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Jajaran Polda Banten mengungkap kasus penemuan jasad wanita di dalam karung di pinggir Jalan Raya Laban - Cerucuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Apa yang membuat Adi membunuh Junaesih padahal istrinya itu baru saja melahirkan bayi pada 40 hari yang lalu? 

SERAMBINEWS.COM - Nasib tragis menimpa wanita bernama Junaesih (37) yang tewas di tangan suaminya sendiri.

Diketahui, korban dibunuh oleh Adi (37), paman yang juga suami korban.

Korban tidak hanya dihabisi secara menggenaskan, tapi jasadnya juga dimasukkan ke dalam karung kemudian dibuang ke tempat sampah.

Junaesih adalah seorang ibu rumah tangga yang tinggal mengontrak di Kampung Jati Lio Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk, Tangerang.

Dari penyelidikan diketahui Junaesih baru 40 hari melahirkan bayinya.

Bahkan Adi membunuh istrinya dihadapan dua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 40 hari.

Jasad korban ditemukan dalam karung di tumpukan sampah di pinggir Jalan Raya Laban-Cerucuk, Kecamatan Tanara, Serang, Banten, Sabtu (30/07/2022) lalu.

Kabid Humas Polda  Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan dari temuan mayat wanita dalam karung tanpa identitas itu Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda  Banten bersama Satreskrim Polres Serang bergerak cepat untuk dapat mengidentifikasi korban.

"Pelaku merasa sakit hati, karena sering mendapat umpatan dan makian dari korban," kata Kabid Humas Polda  Banten, Kombes Shinto Silitonga, dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Selasa (2/8/2022).

Atas dasar itu, Adi membunuh istrinya dihadapan dua anaknya yang masih berusia 5 tahun dan 40 hari.

Baca juga: Jasad Wanita dalam Karung Ternyata Dibunuh Suami, Korban Baru 40 Hari Melahirkan, Ini Motifnya

Kabid Humas Polda  Banten, Kombes Shinto Silitonga, mengatakan upaya pengungkapan kasus itu dilakukan menggunakan scientific crime investigation.

"Berbasis face recognizer dan fingerprints identification system yang dimiliki oleh Polda  Banten," ujar Shinto.

Setelah aparat Polda  Banten menerima informasi penemuan korban pada Sabtu (30/7/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.

Tim gabungan Resmob Ditreskrimum Polda  Banten bersama Satreskrim Polres Serang bergerak cepat untuk dapat mengidentifikasi korban.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved