Minggu, 12 April 2026

Berita Nagan Raya

Harga Beli TBS Sawit Terus Naik, Segini Harga Beli di Pabrik di Nagan Raya

Setelah sempat anjlok, Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tingkat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Nagan Raya terus mengalani kenaika

Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Setelah sempat anjlok, Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tingkat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Nagan Raya terus mengalani kenaikan. 

TBS masyarakat dibeli per 3 Agustus 2022 dengan harga berkisar Rp 1.250/kg - Rp 1.320/kg.

"Harga TBS terus mengalami kenaikan," kata Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif MP kepada Serambinews.com, Rabu (3/8/2022).

Latih berharap kepada PMKS untuk terus membina petani dgn kemitraan, membeli TBS dengan harga sesuai penetapan pemerintah.

Sedangkan kepada petani untuk mengajukan kemitraan dengan PMKS terdekat.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit Mulai Bergerak Naik, Segini Harga Sawit di Aceh Selatan

Kadisbun Nagan Raya juga menyampaikan kepada petani menjaga kualitas buah dan merawat kebun.

"Dinas akan terus memantau terhadap perkembangan harga TBS," ujar Abdul Latif.

Data diperoleh Serambinews.com, Rabu (3/8/2022), dari Dinas Perkebunan Nagan Raya menjelaskan, sebanyak 7 dari PMKS membeli TBS dengan harga bervariasi. 

Tujuh PMKS dengan harga beli TBS yakni PT Fajar Baizury Brother (FBB) Rp 1.320/kg, PT Ensem Rp 1.270/kg, PT Sawita Nagan Raya Makmur (SNRM) Rp 1.300/kg, PT Barata Subur Persada (BSP) Rp 1.250/kg. 

Baca juga: Kronologis Pria Perkosa Mertua Sendiri, Pelaku Suap Anaknya Rp 100 Ribu karena Dipergoki

Berikutnya PT Ujong Neubok Dalam (UND) Rp 1.300 kg, PT Raja Marga Rp 1.300/kg, PT. Surya Panen Subur (SPS)2 Rp 1.300/kg.

Satu PMKS lain selama tidak lagi membeli TBS warga karena pabrik rusak adalah PT Kharisma Iskandar Muda (KIM). 

Sementara tiga PMKS lain meliputi PMKS PT Socfindo Kebun Seunagan, PT Socfindo Kebun Seumayam dan PT Kalista Alam (KA) tidak pernah membeli/menampung TBS masyarakat alasan memiliki kebun sendiri.(*)

Baca juga: Tiga Korban Tabrakan Inova versus Bus Harapan Indah Jalani Operasi di RSUD Langsa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved