Breaking News:

Berita Pidie Jaya

Ini Alasan Pedagang Tradisional di Pangwa Pidie Jaya Enggan Direlokasi

Puluhan pedagang ikan dan sayur di di pasar tradisional Pangwa, Kecamatan Triengadeng, Pidie Jaya enggan direlokasi ke gedung pasar baru

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Pembeli dari berbagai daerah melakukan transaksi jual beli dengan pedagang ikan di pusat pasar Tradisional Pangwa, Kecamatan Triengadeng, Pijay, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Puluhan pedagang ikan dan sayur di di pasar tradisional Pangwa, Kecamatan Triengadeng, Pidie Jaya enggan direlokasi ke gedung pasar yang telah dibangun sejak 2013 lalu.

Gedung pusat pasar permanen yang dibangun sejak delapan tahun lalu berada persis disebelah utara pemukiman warga Gampong Dayah Pangwa dengan fasilitas berupa pasar ikan serta pasar sayur dan  kios kelontong.

Pihak pemerintah juga telah mengadakan ruas jalan menuju lokasi dengan arah memutar dari bagian barat yang hanya terpaut 70 meter arah dalam.

Dua dari puluhan pedagang yang dijumpai Serambinews.com, Rabu (3/8/2022) yaitu Marzuki (42) dan Idris A Wabah (50) mengakui enggan untuk dipindahkan karena sulit dijangkau oleh para pembeli yang melintas.

Baca juga: Warga Pangwa Trienggadeng Desak Pemkab Tertibkan Pasar Tradisional, Ini Tanggapan Kadisperindagkop

"Umumnya pembeli ikan segar dan sayuran adalah dari para pelintas ruas jalan dari berbagai kabupaten, yaitu Pidie, Bireuen dan warga tempatan yang melintas dari Triengadeng ke Meureudu," sebut Marzuki.

Umumnya para pembeli hanya berhenti dipinggir jalan dan langsung transaksi untuk memesan kebutuhan tanpa membutuhkan waktu lama.

Ini menjadi lebih praktis dalam transaksi singkat.

Sebenarnya, puluhan pedagang sejak rampung bangunan Pasar akan dan Sayur Pangwa pada 2013 lalu selama satu bulan telah dipindahkan.

Baca juga: Tiga Korban Tabrakan Inova versus Bus Harapan Indah Jalani Operasi di RSUD Langsa

Namun dalam perjalanannya dalam satu bulan awal pedagang umumnya merugi secara berkelanjutan karena pembeli malas memasuki lokasi pusat pasar.

"Setiap hari kami merugi dan malah harus menambah modal usaha dan ini tidak mungkin kami lakukan,"ujar ujarnya.

Menurut Marzuki, puluhan pedagang ikan dan sayur di pusat pasar tradisional ini telah berjualan rata-rata selama 13 tahun terakhir.

"Jika memang dipindahkan demi pembangunan ruas jalan secara keseluruhan, maka kami sangat siap sepanjang tidak tebang pilih, " tegasnya. (*)

Baca juga: Kronologis Pria Perkosa Mertua Sendiri, Pelaku Suap Anaknya Rp 100 Ribu karena Dipergoki

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved