Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Balee Rehab Adhyaksa Aceh Tamiang Mulai Beroperasi, Pasien Dibatasi Lima Orang

Biaya rehabilitasi ini tidak murah. Makanya untuk tahap awal diaktifkannya Bale Rehab Adhyaksa, RUSD Aceh Tamiang hanya bisa menerima 5 pasien.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Kajari Aceh Tamiang, Agung Ardyanto berharap kasus kejahatan narkoba bisa menurun seiring diaktifkannya Bake Rehab Adhyaksa 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - RSUD Aceh Tamiang telah menyiapkan eks Ruang Pinere untuk dijadikan Bale Rehab Adhyaksa. Dia memastikan penanganan pasien narkoba bukan hal baru karena selama ini RSUD Aceh Tamiang telah memiliki Unit Perawat Intensif Psikiatri (UPIP).

“UPIP ini berfungsi melayani pelayanan tubuh kembang anak, autisme, gangguan jiwa, termasuk kecanduan narkoba yang memiliki kesamaan,” kata Direktur RSUD Aceh Tamiang, Andika Putra, Kamis (4/8/2022).

Namun dia mengingatkan biaya rehabilitasi ini tidak murah, bahkan cenderung mahal. Makanya untuk tahap awal diaktifkannya Bale Rehab Adhyaksa, RUSD Aceh Tamiang hanya bisa memberi jatah lima orang per tahun.

“Studi banding ke RSKO itu bukan hanya melihat standar pelayanan dan perawatan rehab narkotika, tapi juga tentang tarifnya. Karena ada obatnya yang harganya memang mahal,” jelasnya.

Di sisi lain, dia berharap dengan adanya batasan kuota ini untuk menghindari kesan sepele dari masyarakat. “Jangan sampai karena ada bale rehab, masyarakat anggap enteng, makin berani mengonsumsi narkoba,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, Agung Ardyanto menegaskan faslitas Bale Rehab Adhyaksa ini hanya diperuntukan untuk para pecandu, pengguna dan korban narkoba yang bukan berstatus residivis. Dia memastikan pelaku yang mengulangi kejahatannya akan dilanjutkan proses hukumnya.

“Artinya restorative justice sudah tidak terpenuhi, bila mengulangi akan dilanjutkan proses hukumnya,” kata Agung.

Meski begitu, Agung mengungkapkan pihaknya telah memikirkan kekhawatiran ini dengan melibatkan Dinas Sosial dan Disnakertrans Aceh Tamiang. Dua dinas ini akan dilibatkan selama pasien narkoba menjalani rehabilitasi di Bale Rehab Adhyaksa.

Peran Dinsos dijelaskannya untuk mendatangkan konselor, sedangkan Disnakertrans untuk mengutus instruktur pelatihan dan keterampilan yang memiliki akses di balai latihan kerja (BLK) dan skill development center (SDC).

“Kami memikirkan bagaimana agar tidak terulang menggunakan narkoba, makanya kami melibatkan Dinsos dan Disnaker, supaya diberi keterampilan bekerja,” ungkao Agung didampingi Kasipidum Mariono dan Kasintel Rajeskana.

Dijelaskan Agung, Bale Rehab Adhyaksa ini berawal dari kecemasan Kejakasaan Agung atas meningkatnya peredaran narkoba di seluruh daerah.

Bahkan di Aceh Tamiang, Agung menyebut perkara yang ditangani setiap bulannya merupaka kasus narkotika sebensar 80 persen. Mirisnya lagi, para pelaku masih kategori usia narkoba.

“Kami terpanggil untu menyelesaikan masalah ini, di sisi lain ada kekawatiran bila para pengguna ini dimasukkan ke penjara, ada ketakutan mereka naik level menjadi pengedar,” ujarnya.

Bukan bermaksud mendiskreditkan instansi lain, Agung menyadari kejahatan narkotika ini cukup masif, sehingga butuh kerja sama semua pihak. “Tujuan kami mengembalikan pecandu narkoba menjadi pemuda yang produktif, pemuda yang memiliki keterampilan kerja,” kata Agung.

Begitupun, Agung menegaskan fasilitas rehabilitasi ini hanya bisa diberi kepada pelaku narkoba yang tidak berstatus residivis dan barang bukti kejahatan tidak melebihi satu gram.(*)

Baca juga: VIDEO Jadi Koordinator Teroris Wilayah Aceh, Densus 88 Amankan Satu Orang di Aceh Tamiang

Baca juga: Asyiknya, Sandiaga Uno Tarek Pukat Hingga Naik Becak Keliling Ulee Lheue

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved