Jurnalisme Warga
Renkon Bencana yang Berpusat pada Anak
Webinar dengan tema “Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana yang Berpusat pada Anak” yang di adakan pada 22 Juli lalu, sehari sebelum peringatan HAN
OLEH ZAKIYAH DRAZAT, S.Tr.Keb, Anggota Komunitas Jurnalisme Warga Banda Aceh dan Mahasiswa S2 Magister Ilmu Kebencanan USK, melaporkan dari Banda Aceh
TANGGAL 23 Juli lalu kita peringati lagi Hari Anak Nasioanl (HAN).
Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), melakukan kegitan talkshow Hari Anak Nasional 2022 melalui webinar dengan tema “Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana yang Berpusat pada Anak” yang di adakan pada 22 Juli lalu, sehari sebelum peringatan HAN.
Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir dalam webinar tersebut.
Moderator pada talkshow tersebut Wahyu Kuncoro.
Narasumbernya: Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo (Papang), Lina Sofiani (Emergency Specialist UNICEF Indonesia), Erwin Mahendra (Mitra Muda UNICEF), dan Avianto Amri (CEO Predikt).
Saat ini BNPB memiliki pedoman yang disebut dengan Pedoman Renkon 5.0.
Pedoman ini adalah dasar perencanaan dari kegiatan penanggulangan bencana sesuai mandat Standar Pelayanan Minimal (SPM) 101, kebutuhan akan dokumen penanggulangan bencana, salah satunya adalah Renkon.
Baca juga: Peringatan Hari Anak Nasional di Bogor Dimeriahkan Dengan Menampilkan Budaya Aceh
Baca juga: Hari Anak Nasional, KPI Aceh Sebut Tayangan Media Belum Ramah Anak
Pedoman renkon berdasarkan SNI dikembangkan menjadi Renkon 4.0.
Pandemi Covid-19 membuat perlu penambahan agar renkon bisa menjadi rujukan rencana operasi.
Meskipun tidak selalu turun menjadi rencana operasi, minimal sudah memiliki pedoman.
Kewajiban pemerintah daerah Demi memastikan perlindungan warga dari bahaya (bencana) maka Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Permendagri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar.
Permendagri tersebut menegaskan perencanaan kontingensi sebagai kewajiban dalam standar pelayanan minimal suburusan bencana daerah kabupaten/ kota.
Renkon 5.0 lebih mengarahkan bagaimana kebutuhan lain yang belum masuk bisa terakomodasi, seperti kelompok rentan (disabilitas dan anak).
Jika ada bencana yang diikuti oleh pandemi, kepedulian terhadap kelompok rentan inilah ang membuat perbedaan Renkon 5.0 berbeda dengan renkon yang sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ZAKIYAH-DRAZAT-Anggota-Komunitas-Jurnalisme-Warga-Kota-Banda-Aceh.jpg)