Breaking News:

Opini

15 Tahun Pendidikan Aceh Terpuruk

Perpuruknya sektor pendidikan Aceh ditandai tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) siswa Aceh hingga tahun 2013 terendah secara nasional

Editor: bakri
15 Tahun Pendidikan Aceh Terpuruk
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr SAMSUARDI MA,  Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A)

OLEH Dr SAMSUARDI MA,  Ketua Lembaga Pemantau Pendidikan Aceh (LP2A)

PASCA dilantiknya Ahmad Marzuki sebagai Pj Gubernur Aceh Rabu 6 Juli 2022, genap 15 tahun Aceh dipimpin tiga gubernur hasil pemilihan rakyat mulai periode Irwandi- Nazar (2007-2011), Zaini-Muzakir (2012-2017), hingga Irwandi-Nova Iriansyah (2017-2022).

Kepemimpinan 3 Gubernur Aceh menyisakan beban pekerjaan yang harus dituntaskan oleh Pj Gubernur Aceh.

Pertama; terkait tingginya angka kemiskinan Aceh hingga September 2021 mencapai 15,53 persen tertinggi secara nasional (Rilis BPS 2021).

Kedua; terpuruknya sektor pendidikan Aceh ditandai tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) siswa Aceh hingga tahun 2013 terendah secara nasional di bawah Papua.

Berbagai data faktual terpuruknya mutu pendidikan membutuhkan kiprah PJ Gubernur Aceh untuk membuat terobosan guna menuntaskan problem pendidikan dan pengentasan kemiskinan di Aceh.

Di tengah kucuran anggaran Otsus Aceh mulai tahun 2008 hingga 2021 mencapai 88,838 triliun, dan jika dirata- ratakan angkanya mencapai 2.4 triliunan per tahun yang dikelola Disdik Aceh.

Sayangnya, anggaran besar belum menjamin perbaikan mutu pendidikan Aceh, malah semakin diperparah akibat lemahnya kinerja pejabat publik yang mengurusi pendidikan.(kajian Analisis Mutu Pendidikan Aceh oleh BAPPEDA Aceh).

Baca juga: Akses Jalan Menuju Dinas Pendidikan Buruk, Ini Janji Kadis PU Abdya

Baca juga: Pimpin Pertemuan Kedua EdWG G20, Kemendikbudristek Satukan Suara Untuk Pulihkan Pendidikan

Hasil pemantauan pelaksanaan UN tahun 2019, terbukti tidak ada perbaikan apa pun atas rendahnya kelulusan siswa (SMA/ SMK) Aceh yang capaian nilainya malah diperingkat akhir nasional dari seluruh provinsi lain di Indonesia dengan nilai rata-rata 40.0 poin.

(lihat Source: World Bank, based on Ministry Of Education and Culture data, 2019, https:// hasilun,puspendi, kemendikbud.go.ig).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved