Breaking News:

Jurnalisme Warga

Pidie Concert Week, Sajian Damai Band Aksirock

Ekspresi ABG dalam Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu misalnya, banyak respons positif dari berbagai kalangan

Editor: bakri
Pidie Concert Week, Sajian Damai Band Aksirock
FOR SERAMBINEWS.COM
YULIA ERNI,  Pegiat aktif Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie, melaporkan dari Lampoh Saka, Pidie

Amar, salah satu personel yang dikenal pendiam, dengan ramah menjawab, “Tidak seberapa yang didapat dan tak banyak yang diharap, hanya secuil nada yang disampaikan akan lebih indah dari kicauan.

” Dari kutipan mendalam itu, mungkin bukan hanya Aceh dan Indonesia, andai kita sedikit mengerti bahwa dunia saat ini sedang berada dalam fase stres global.

Hiburan adalah antisipasi terbaik buat juga-jaga agar sesuatu buruk lainnya tidak menyapa.

Lewat reportase ini saya ingin bicara lebih gamblang.

Apa salahnya orang-orang menghibur diri di sela bosannya informasi seputar Covid yang tiada bermuara serta isu baru membumbungnya harga sembako dan BBM yang kian menakutkan? Satu pertanyaan lagi.

Seberapa besar dosa yang harus ditanggung para remaja Bireuen Fashion Week? Janganjangan mereka juga korban massa oleh sebuah ketakutan runtuhnya label Kota Santri? Jika dikaji, ajang berdurasi singkat tersebut juga tak mudah ditiru oleh orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan diri tingkat tinggi untuk menyetor wajah di muka publik, apalagi tanpa tawaran honor.

Kekhawatiran massa terlalu berlebihan untuk sesuatu yang tak terlalu beralasan.

Netral saja.

Tidak berniat mendukung, tapi hukuman lidah massa juga bukan sebuah pembenaran, melainkan pembunuhan mental dalam rangka membatasi ruang gerak.

Saya menaruh prihatin terhadap sorotan “Bireuen Fashion Week” karena sejauh ini para remaja tidak melenggang dengan gaya dan busana vulgar.

Kalau pun masuk ranah mendobrak budaya, pertanyaannya sebenarnya standar budaya Aceh itu seperti apa? Sebatas apa kelayakan berekspresi di muka publik mestinya ada rujukan jelas, tidak samar-samar agar aman dari hujatan.

Belum lagi status sosial di lingkungan masyarakat jadi buah bibir walau lambat laun akan berlalu.

Namun, selama kasus masih viral, hal tersebut tetaplah bencana mental.

Di Pidie sendiri Band Aksirock disambut damai meski dalam balutan musik aliran keras yang sempat juga ditentang setengah hati di beberapa daerah.

Sekali lagi, Aceh kini haus hiburan.

Sebab, terlalu lama bergelut di medan perang silam.

Bukan Medannya yang berperang, tapi Acehnya.

Mari bersama sisakan sedikit ruang damai.

Baca juga: Pidie “Tersesat” di Paya Lumpat Aceh Barat

Baca juga: Boh Manok Weng Pineungnyen Latte Ala Pidie, Direkomendasi Tingkatkan Stamina

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved