Wabah PMK
Tuntaskan Wabah PMK, Pidie Jaya Butuh Tambahan 20.000 Dosis Vaksin
Dijelaskan Syukuri Itam, vaksin dosis pertama difokuskan di 10 gampong yaitu empat Gampong di Kecamatan Bandar Dua, yaitu, Aleu Mee, Paya Pisang Klat,
Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Guna menuntaskan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pidie Jaya (Pijay) membutuhkan sebanyak 21.000 dosis tambahan.
"Sebagai langkah pertama untuk vaksin perdana bagi 1.000 dosis pertama ini dilakukan di tiga kecamatan yaitu Bandar Dua, Triengadeng, dan Jangka Buya yang langsung ditinjau oleh Sekda Aceh, dr Taqwallah MSI yang dipusatkan di Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangka Buya," sebut kepala Disbunnak Pijay, Syukri Itam SPd MM kepada Serambinewa.com, Kamis (4/8/2022) yang turut didampingi Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) drh Amirullah.
Dijelaskan Syukuri Itam, vaksin dosis pertama difokuskan di 10 gampong yaitu empat Gampong di Kecamatan Bandar Dua, yaitu, Aleu Mee, Paya Pisang Klat, Reudeup Melayu dan Blang Dalam.
Berikutnya empat Gampong di Kecamatan Triengadeng yaitu Gampong Matang, Masjid Triengadeng, Dee, dan Dayah Tumanah. Terakhir dua gampong di Kecamatan Jangka Buya yaitu Gampong Meunasah Kumbang dan Kiran Baroh.
Menurut Syukri, vaksin PMK ini dilakukan terhadap ternak yang belum terjangkit virus. Maka dalam menghadapi sisa 20.000 ternak lagi, Pijay butuh 20.000 dosis lagi vaksin.
Hal ini agar seluruh ternak masyarakat Pijay dapat divaksin secara tuntas dan ini sangat tergantung hasil dari Distannak Aceh yang mengalokasi vaksin ke Pijay. Terutama untuk 5.000 ternak yang bersifat mendesak. "Kami akan melakukan pendataan kembali," jelasnya.
Sebelumnya, Sekda Aceh, dr Taqwallah dalam kunjungan pemantauan vaksin di Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangka Buya, Pijay, Selasa (2/8/2022) petang mengakui Tim Satuan Tugas (Satgas) Pijay lebih cekatan dalam mempercepat upaya penyelamatan ternak masyarakat dari virus PMK.
"Ini merupakan komitmen bersama pemerintah dengan masyarakat dalam upaya perlindungan ternak secara mandiri," ujar Taqwallah.(*)
• Aksi Heroik Seorang Ayah, Tewas Terbakar Saat Selamatkan Keluarga Dari Api, Sempat Berhasil Keluar
• Nata De Coco Produksi Suwarti Jadi Menu Pesta
• Koran ‘De Sumatra Post’ Sebut Tengku Tapa Sulit Ditaklukkan