Minggu, 19 April 2026

Kupi Beungoh

Kota New York: Negeri 200 Masjid dan Faktual Negeri Muslim

hingga sampai hari ini, ada 275 lebih Masjid yang berfungsi dan hidup di Kota New York yang dikelola oleh umat Muslim sebagai tempat mereka beribadah.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Munawir Umar, Imam Masjid Al-Hikmah Kota New York, USA 

Oleh: Munawir Umar
(Imam Masjid Al-Hikmah Kota New York, USA)

SERAMBINEWS.COM - Mengagumkan dan membanggakan sekali, ketika kami berdialog dengan para jama'ah Masjid Al-Hikmah Kota New York, Amerika Serikat (AS).

 Mereka mengatakan bahwa perkembangan Islam di bumi Amerika sangat begitu pesat.

Menurut mereka, Ihwal itu dilihat dari jumlah Masjid yang semakin lama semakin mengalami penambahan.

Berdasarkan data, bahwa hingga sampai hari ini, ada 275 lebih Masjid yang berfungsi dan hidup di Kota New York yang dikelola oleh umat Muslim sebagai tempat mereka beribadah (Data 2012).

Tidak saja untuk itu, tapi Masjid digunakan sekaligus untuk pembinaan keislaman kepada para generasi baru masa depan.

Begitu pula kegiatan penunjang lain untuk mendukung kuatnya akar keislaman di negeri Paman Sam ini.

Baca juga: Pidie “Tersesat” di Paya Lumpat Aceh Barat

Belum lagi masjid-masjid yang tersebar di negera bagian lain di Amerika Serikat.

Fantastisnya, bahwa ada begitu banyak rumah ibadah akibat pandemi atau mungkin alasan lain yang dialihkan kepemilikan untuk digunakan oleh masyarakat muslim yang ada.

Di antara sekian sebab adalah karena jamaahnya sudah tidak lagi tertarik baik dengan ritual peribadatan, boleh dalam arti bosan atau pun dengan alasan (reason) lain yang baik itu logis ataupun karena alasan tertentu lain menurut mereka sendiri.

Akhirnya mereka meninggalkannya dan mencari suasana baru untuk memuaskan diri mereka.

Pengalihan tersebut dilakukan dengan cara dibeli oleh berbagai komunitas muslim di Amerika Serikat dan mereka pun mendirikan Masjid dengan merenovasi struktur dalam bangunan agar lebih layak disebut Masjid sebagai rumah ibadah bagi Muslim.

Di satu sisi ketika mendengarkan kabar ini tentu sangat menggembirakan hati kita.

Tetapi di sisi lain kita diliputi rasa gundah karena teringat dengan faktualitas negeri kita -atau bahkan negeri muslim yang lain- yang dianggap sebagai negara yang berpenduduk muslim mayoritas dan terbanyak di dunia.

Baca juga: Erli Wadi: Pejuang Nelayan Aceh yang tak Lulus SD

Kekhawatiran itu memang barangkali dianggap asumsi saja -tapi bagi kami itu sungguh faktual dan sangat urgen,

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved