Internasional
Harga Bensin Mencekik Leher dan Stok Terbatas, Sepeda Laris Manis di Sri Lanka
Harga bensin yang melambung tinggi sampai Rp 300 ribu per liter dan stok sangat terbatas telah membuat warga memilih kendaraan tanpa bahan bakar.
Tetapi, kecil kemungkinan situasi akan segera kembali normal.
Beberapa, seperti Hakiem Haniff, seorang pemasar berusia 28 tahun yang tinggal di pinggiran Kolombo, mencoba melihat aspek positif dari tidak memiliki pilihan selain berolahraga ketika pilihan transportasi terbatas.
Baca juga: Demonstran Serbu Kantor Kementerian Energi, Protes Pemadaman Listrik dan Harga Bensin Selangit
Tetapi jika itu untuk jangka panjang, dia ingin melihat infrastruktur bersepeda diperkenalkan di kota itu, yang dijanjikan pihak berwenang awal tahun ini akan diluncurkan di ibu kota Sri Lanka.
“Jika mereka ingin serius, mereka perlu berinvestasi di infrastruktur sehingga lebih banyak orang akan mulai bersepeda,” katanya.
"Tidak ada jalur bersepeda dan itu bisa sangat gila," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seorang-Wanita-Bersepeda-ke-Kantor-Sri-Lanka.jpg)