Jurnalisme Warga
Serunya Arung Jeram di Krueng Geumpang, Pidie
Tempat inilah kami akan memulai petualangan sore itu: menguji adrenalin dengan melakukan arung jeram di Krueng Geumpang

Pikiran saya dikelebati berbagai kekhawatiran.
Bagaimana kalau tiba-tiba muncul air bah atau saya tercebur ke sungai yang berbatu? Aduh! Saya berusaha untuk tenang.
Terus menyugesti diri bahwa pengalaman ini akan mengasyikkan.
Semua ini berawal dari ajakan sahabat saya, Fitriani, sehari sebelumnya ketika saya dalam perjalanan pulang dari Takengon.
“Besok kita ngarung, yuk? Kebetulan adik-adik di mapala ajak healing sambil ngarung di Mane.
” Fitriani merupakan alumnus Unigha dan aktif di Mapala Jabal Everest sebagai pegiat olahraga ekstrem.
Meski memegang ijazah sarjana pendidikan, tetapi hidupnya habis untuk menjelajah alam.
Kini dia menjadi pelatih panjat tebing dan masuk jajaran pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh.
Kemampuannya di dunia panjat tebing telah mendapatkan sertifikasi khusus.
Ini bukanlah ajakan pertama dari Fitri dan sebelumnya selalu saya tolak, tetapi hari itu langsung saja saya bilang oke.
Saya tepis semua rasa takut yang selama ini menjadi alasan untuk menolak ajakannya.
Sebelumnya Fitri juga membawa saya untuk menjelajah dua gua di Pidie.
Setelah tiba di titik start, kami segera turun menuju sungai.
Teman-teman langsung memompa perahu dengan pompa portabel.
Mereka melakukannya bergantian.