Kamis, 14 Mei 2026

Berita Gayo Lues

BKSDA Evakuasi Harimau Sumatera Terjerat Jaring Babi

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terjerat jaring babi

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/RASIDAN
Tim BKSDA Aceh mengevakuasi seekor harimau Sumatera yang terjerat jaring babi, di Desa Sanggir, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Jumat (12/8/2022). 

BLANGKEJEREN - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, berhasil mengevakuasi seekor harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terjerat jaring babi di kawasan Reko, Desa Sanggir, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, Jumat (12/8/2022).

Evakuasi terhadap harimau berkelamin betina itu dilakukan BKSDA Aceh dibantu petugas Pahmut dan Polres Gayo Lues serta masyarakat setempat.

Sementara ini, harimau Sumatera itu dirawat di BKSDA Aceh Kantor Blangkejeren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, harimau Sumatera yang terjerat jaring babi itu dalam kondisi masih hidup dan mengalami luka di bagian kaki kiri.

Sehingga harus dievakuasi dari tempat terjerat jaring ke Kantor Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) Sesi III Galus untuk perawatan lebih lanjut.

Harimau betina yang terjerat jaring babi itu diperkirakan berumur sekitar 4 tahun.

Adanya harimau Sumatera yang terjerat jaring babi yang dipasang, awalnya dilaporkan pemilik kebun kepada perangkat Desa Sanggir pada Kamis 911/8/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Kini harimau yang terjerat jaring babi di kebun warga tersebut telah berhasil dievakuasi oleh tim BKSDA.

Baca juga: Harimau Masuk Perangkap BKSDA, Sudah Mangsa 9 Ekor Kambing

Baca juga: Tekan Konflik dengan Harimau, BKSDA Aceh Imbau Warga tak Pasang Jerat, yang Sudah Ditangkap, Dilepas

Harimau betina itu dirawat oleh tim BKSDA di Blangkejeren," kata Pengulu Sanggir, Tamrin, Jumat (12/8/2022).

Sementara itu, tim medis BKSDA, drh Rosa mengatakan, harimau Sumatera yang terjerat jaring babi di kebun warga di Reko, Kecamatan Dabun Gelang, tersebut jenis betina yang berumur sekitar 4 tahunan lebih kurang.

Ia mengatakan, akibat terjerat jaring babi yang dipasang dari tali baja itu, seekor harimau betina dengan berat badan 48 kilogram itu mengalami luka infeksi di bagian kaki sebelah kiri belakang.

Sehingga harus evakuasi dan dirawat untuk sementara di kantor TGNL Sesi III Blangkejeren.

"Melihat lukanya yang sudah infeksi di bagian kaki kiri, harimau Sumatera betina ini, diperkirakan sudah terjerat jaring sekitar tiga atau empat hari lalu, sehingga lukanya sempat infeksi," sebutnya.

Titik koordinat seekor harimau yang dilaporkan terjerat jaring tersebut berada di titik koordinat: 03'59'24,30 N 97'26'06,78 E, dengan elevation (ketinggian) 1372 M, Heading: 99,5 E.

Pengulu (Keuchik) Sanggir, Tamrin, menyebutkan, untuk saat ini, pihaknya dari perangkat Desa Sangir bersama aparat TNI dan Polisi serta petugas BKSDA juga anggota Polisi Hutan dan yang lainnya, sedang melakukan musyawarah.

Musyawarah itu diadakan di Kantor Desa Sanggir untuk mencari solusi cara mengevakuasi harimau yang terjerat jaring di Reko.

Tujuan untuk Menjerat Babi

Ondoita (30) petani warga Pepir mengatakan, ia memasang jaring itu di kawasan perkebunan Reko Desa Sanggir, Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, seminggu lalu, bertujuan untuk menjerat babi.

Tapi justru yang terperangkap seekor harimau betina.

Dia mengaku, ada sekitar 15 jaring yang dipasang di areal perkebunan keluarganya tersebut.

Jaring itu baru diceknya kembali pada Kamis (11/8/2022) sore.

“Saat jaring itu saya cek, saya melihat seekor harimau telah terjerat jaring babi, persis dipinggir alur sungai kecil di perbatasan kebun tersebut.

Spontgan saya langsung melaporkan hal itu kepada warga Sanggir dan aparat kepolisian,” katanya.

Dikatakan, ia memasang jaring tersebut untuk menjerat babi yang banyak berkeliaraan di Perbukitan Reko.

"Rencana mau taman jagung di lokasi kebun itu.

Namun harus dibasmi dulu kawanan babi hutan yang banyak berkeliaran,” tandasnya.

Pria yang juga bekerja sebagai penderes getah pinus di kawasan Pepelan itu mengaku, sebelumnya ia sempat menanam jagung di lokasi tersebut.

“Namun gagal akibat hama babi, sehingga ia berinisiatif sebelum menanam jagung membasmi hama babi terlebih dahulu dengan memasang jerat sebanyak 15 buah,” pungkasnya. (c40)

Baca juga: Pawang Harimau Berstatus Honorer Tertua BKSDA Aceh Itu Meninggal, Berikut Cerita Tentang Kek Carwani

Baca juga: Harimau Resahkan Warga, Forum Keuchik Bakongan Timur Minta BKSDA Lindungi Masyarakat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved