Breaking News:

Bom Bunuh Diri

Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Afganistan, 21 Jamaah Termasuk Satu Ulama Terpandang Tewas

Ledakan dahsyat itu terjadi di sebuah masjid, hingga menewaskan seorang ulama terpandang. Tak hanya itu, bom juga melukai 33 orang di dalam...

Editor: Eddy Fitriadi
AFP/Aamir QURESHI
HANYA ILUSTRASI Pasukan Taliban melihat pangkalan CIA yang dihancurkan pasukan AS di pinggiran Kabul, Afghanistan, Selasa (7/9/2021). Bom Bunuh Diri Meledak di Masjid Afganistan, 21 Jamaah Termasuk Satu Ulama Terpandang Tewas. 

SERAMBINEWS.COM - Kabul kembali diguncang bom bunuh diri yang membuat setidaknya 21 orang meninggal dunia.

Ledakan dahsyat itu terjadi di sebuah masjid, hingga menewaskan seorang ulama terpandang.

Tak hanya itu, bom juga melukai 33 orang di dalam masjid tersebut.  

Bahkan di antara para korban juga terdapat anak-anak.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Serangan ini merupakan yang terbaru terjadi sejak Talibatan menguasai Afganistan.

Selama ini, afiliasi lokal kelompok Negara Islam (IS) disebut telah meningkatkan serangan terhadap Taliban dan warga sipil sejak pengambilalihan Talibatan atas Afganistan pada Agustus lalu ketika pasukan AS dan NATO berada di tahap akhir penarikan mereka dari negara itu.

Pekan lalu, ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan seorang ulama terkemuka Taliban di pusat keagamaannya di Kabul.

Menurut seorang saksi mata, seorang penduduk lingkungan kota Kher Khanna di mana Masjid Siddiquiya menjadi sasaran, ledakan itu dilakukan oleh seorang pem bom bunuh diri.

Ulama yang dibunuh adalah Mullah Amir Mohammad Kabuli, kata saksi mata, berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang untuk berbicara dengan media.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 30 orang lainnya terluka. Rumah Sakit Darurat Italia di Kabul mengatakan sedikitnya 27 warga sipil yang terluka, termasuk lima anak-anak, dibawa ke sana dari lokasi ledakan bom.

Ada kekhawatiran jumlah korban bisa meningkat lebih lanjut.

Khalid Zadran, juru bicara yang ditunjuk Taliban untuk kepala polisi Kabul, membenarkan sebuah ledakan di dalam sebuah masjid di Kabul utara tetapi tidak menyebutkan jumlah korban atau jumlah korban tewas dan luka-luka.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid juga mengutuk ledakan itu dan bersumpah bahwa "pelaku kejahatan semacam itu akan segera diadili dan akan dihukum".

Sejak mendapatkan kembali kekuasaan, Taliban, menghadapi krisis ekonomi yang melumpuhkan karena masyarakat internasional, yang tidak mengakui pemerintah Taliban, membekukan dana untuk negara itu.

Secara terpisah, Taliban mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa mereka telah menangkap dan membunuh Mehdi Mujahid di provinsi Herat barat ketika dia mencoba untuk menyeberangi perbatasan ke Iran.

Mujahid adalah mantan komandan Taliban di distrik Balkhab di utara provinsi Sar-e-Pul, dan satu-satunya anggota komunitas minoritas Syiah Hazara di antara jajaran Taliban.

Mujahid telah berbalik melawan Taliban selama setahun terakhir, setelah menentang keputusan yang dibuat oleh para pemimpin kelompok itu di Kabul.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Sedikitnya 21 Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Sebuah Masjid, Kabul, Afganistan"

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved