Breaking News:

Opini

Mengoptimalkan Fungsi Keluarga

Salah satu faktor utamanya pengaruh teknologi seperti Handphone yang membuat orang mudah mengakses konten bermuatan pornografi

Editor: bakri
Mengoptimalkan Fungsi Keluarga
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr H AGUSTIN HANAPI Lc MA, Dosen Prodi Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry dan Anggota IKAT-Aceh

OLEH Dr H AGUSTIN HANAPI Lc MA, Dosen Prodi Hukum Keluarga UIN Ar-Raniry dan Anggota IKAT-Aceh

SEBAGAIMANA diberitakan harian Serambi Indonesia bahwa sepanjang tahun 2022, tercatat ada sembilan kasus pemerkosaan terhadap anak masuk ke Mahkamah Syar`iyah (MS) Jantho, empat perkara di antaranya dilakukan oleh pelaku yang masih ada hubungan mahram/darah dan hubungan dekat dengan korban mulai dari tetangga, anak tiri, pacar, (Serambi, 9/8/2022).

Miris dan pilu, rasanya sulit menerima peristiwa amoral ini secara akal sehat, tetapi benar adanya dan itu terjadi di sekitar kita, mungkin kasus serupa tidak hanya tercatat di Mahkamah Syar`iyah Jantho, tetapi di daerah lain namun diselesaikan secara kekeluargaan sehingga kasusnya tidak sampai ke Mahkamah Syar`iyah.

Hasil investigasi di lapangan menyatakan bahwa salah satu faktor utamanya pengaruh teknologi seperti Handphone yang membuat orang mudah mengakses konten bermuatan pornografi atau juga tontonan, lirik lagu yang dapat membangkitkan birahi, dan tayangan film atau iklan televisi yang terkadang menampilkan adegan yang kurang pantas bagi kita yang menganut budaya Timur.

Kemudian faktor lain adalah akibat penggunaan narkoba yang menghilangkan akal sehat manusia untuk melakukan aksi bejat tersebut.

Nauzubillah! Fenomena di atas berdampak buruk bagi korban, mereka mengalami tekanan psikis hingga depresi dengan gejala kelesuan kronis, gangguan tidur, mimpi buruk, merasa terisolasi dari masyarakat sekitar, dan menarik diri karena malu dengan apa yang dialaminya.

Begitu juga bagi pelaku, menerima hujatan dan sumpah serapah serta sanksi sosial dari masyarakat.

Hal yang sama juga dialami keluarga korban dan pelaku, mereka merasa malu, sedih, dan mengalami tekanan batin yang luar biasa bahkan ada yang mengasingkan diri dari masyarakat.

Peran keluarga Deretan kasus kekerasan seksual yang menimpa bumi Aceh ini membuat penulis berpikir bahwa ada yang kurang dalam fungsi keluarga kita.

Bagaimana agar kasus memilukan seperti ini tidak terjadi lagi pada keluarga kita, salah satunya adalah dengan memperkuat fungsi keluarga yang delapan yaitu fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi dan pembinaan lingkungan.

Baca juga: Korban Rudapaksa Tinggal di Tempat Penitipan

Baca juga: Nekat Rudapaksa dan Rampok Mama Muda di Deli Serdang, Pelaku Ditembak Polisi

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved