Breaking News:

Berita Aceh Besar

Mantan Keuchik Pulo Bunta Divonis 4 Tahun Penjara

Mantan Keuchik atau Kepala Desa Pulo Bunta, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar, berinisial AM divonis empat tahun penjara

Editor: bakri
For Serambinews.com
JPU Kejari Aceh Besar serahkan berkas perkara tindak pidana korupsi dana desa Pulo Bunta Aceh Besar ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Rabu (23/3/2022) 

BANDA ACEH - Mantan Keuchik atau Kepala Desa Pulo Bunta, Kecamatan Pekan Bada, Aceh Besar, berinisial AM divonis empat tahun penjara setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pada dana desa.

Selain itu, AM juga diperintahkan untuk membayar denda Rp 200 juta, subsider dua bulan kurungan dan dibebankan uang pengganti Rp 411,012 juta, subsider dua bulan penjara.

"Benar, perkara korupsi yang dilakukan AM tersebut sudah diputuskan Pengadilan Tipidkor.

Ia divonis empat tahun penjara," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya, Senin (29/8/2022).

Kasus korupsi tersebut sebelumnya ditangani Unit I Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh.

AM sempat ditahan terkait perkara tindak pidana rasuah dan penyalahgunaan wewenang pada pengelolaan keuangan di Desa Pulau Bunta.

Berdasarkan hasil audit, perbuatan AM menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 438,012 juta.

Seperti pernah diberitakan, bahwa tindak pidana korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang pada penggunaan dan pengelolaan Dana Desa Gampong Pulo Bunta, Kecamatan Peukan Bada, bersumber dari APBN dan APBK Kabupaten Aceh Besar tahun anggaran 2015 sampai tahun 2019 yang dilakukan oleh tersangka AM (55)

Selaku Kepala Desa Gampong Bunta pada periode 2015 hingga tahun 2019, yang mana sejak tahun 2015 sampai tahun 2019 Desa Pulo Bunta menerima bantuan Desa dengan total jumlah selama 5 tahun Rp 3.755.788.350.

Baca juga: Jaksa Limpah Berkas dan Tersangka Korupsi Dana Desa Pulo Bunta ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh

Baca juga: Staf Ahli Bupati Aceh Besar Lantik Pj Keuchik Pulo Bunta

Berdasarkan hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Aceh Besar Nomor 700/212/IK/2021, tanggal 02 November 2021 telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp 438.012.932.

Tangani 56 Kasus Perjudian

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk memberantas segala bentuk tindak pidana perjudian, baik yang dilakukan secara online maupun abstrak.

Kapolda Aceh, Irjen Ahmad Haydar pun tak tinggal diam.

Bak gayung bersambut.

Baca juga: Jadwal Pilkada Diutak-atik Lagi?

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved