Breaking News:

Berita Aceh Besar

Anggota DPRA Dorong PT Solusi Bangun Andalas Beroperasi Kembali

PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Lhoknga, Aceh Besar, sejak beberapa bulan lalu tidak lagi memproduksi semen

Editor: bakri
For Serambinews.com
Pabrik Semen PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Aceh Besar. 

"Karena itu, kami mendorong PT SBA untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi, sehingga bisa segera memproduksi semen kembali," harap Muchlis seraya menyatakan dengan pabrik PT SBA stop produksi, harga semen di pasaran juga naik.

Ia juga meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait dan stakeholder lainnya untuk mendorong PT SBA agar bisa kembali memproduksi semen seperti biasa.

"Sehingga ekonomi masyarakat sekitar pabrik dan ekonomi daerah secara umum akan berdenyut kembali," tutup Muchlis didampingi M Nur, mantan Keuchik Weu Raya, Kecamatan Lhoknga, dan Jailani, tokoh masyarakat kecamatan tersebut.

Menanggapi hal itu, Head of Media PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Faraby Azwany, yang dikonfirmasi Serambi, Senin (5/9/2022), menjelaskan, pabrik SBA sedang mengalami gangguan operasional akibat kerusakan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berdampak pada terbatasnya suplai listrik.

Sebagai anak perusahaan dari PT Solusi Bangun Indonesia TBK (SBI) dan bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, menurut Faraby, PT SBA terus berupaya melakukan perbaikan agar operasional kembali pulih secara bertahap.

Baca juga: DLH Aceh Besar dan PT SBA Kerja Sama Penanggulangan Sampah di Lhoknga

“SBA juga berkomitmen penuh untuk tetap memasok semen ke pasar demi memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mendukung proyek-proyek strategis pemerintah dengan mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki perusahaan,” jelas Faraby.

Selagi terus melakukan perbaikan pada PLTU, lanjut Faraby, SBA juga mengupayakan pasokan listrik dari PLN untuk operasional pabrik.

Terkait kenaikan harga semen di pasaran, Faraby menyatakan, hal itu tak berhubungan dengan gangguan operasional yang dialami pabrik, tapi karena dampak naiknya harga batu bara akibat krisis energi global yang berdampak pada industri pengguna batu bara seperti semen.

Untuk Program CSR, tambah Faraby, PT SBA terus menjalankan untuk memberi manfaat bagi masyarakat dengan berkoordinasi dan melibatkan pemangku kepentingan terkait yaitu Pemerintah Aceh melalui Bappeda, Pemkab Aceh Besar melalui dinas terkait, perwakilan masyarakat sekitar perusahaan, dan tenaga ahli dari berbagai unsur.

“Program CSR SBA berfokus pada area penguatan kesehatan masyarakat, pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan hidup, dan dukungan kegiatan sosial masyarakat,” ungkapnya.

Faraby menambahkan, PT SBA menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh seluruh stakeholder dalam mendukung operasional perusahaan.

SBA, sebutnya, senantiasa komit untuk memberi nilai tambah kepada pelanggan melalui operasional yang aman dan berkelanjutan, mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta membina hubungan baik dan komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Program CSR kita terus berjalan.

Kita support kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kecamatan Lhoknga dan Leupung.

Kita juga mendukung upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidik PAUD di dua kecamatan itu.

Besok (hari ini-red), juga akan ada serah terima program dayah salafiyah di Gampong Layeun, Leupung,” demikian Head of Media PT SBA, Faraby Azwany. (jal)

Baca juga: 52 Pekerja LNET Bukan Karyawan PT SBA

Baca juga: SBA Fokus Lima Pilar Untuk Memperkuat Hubungan dengan Masyarakat

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved