Breaking News:

Harga BBM

ABA: Penyesuaian Harga BBM Bersubsidi Tak Dapat Dielak

Langkah pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan biosolar sudah dipersiapkan.

Editor: IKL
IST
Muhammad Amin 

SERAMBINEWS.COM - Langkah pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan biosolar sudah dipersiapkan. Selama ini, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi serta kompensasi BBM dan listrik hingga Rp 502 triliun. Angka itu diperkirakan merangkak naik hingga mencapai Rp 698 triliun sebagai imbas melonjaknya harga energi dan pangan yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina.

Menanggapi kebijakan pemerintah tersebut, Wakil Ketua Aliansi Buruh Aceh (ABA), Muhammad Amin, menyatakan, penyesuaian harga BBM bersubsidi memang tak terelakkan seperti yang terjadi juga di masa lalu. “Kebijakan ini sudah tepat, karena hal tersebut dilakukan untuk mengurangi beban APBN yang besar, sehingga menjaga stabilitas ekonomi negara,”ujarnya.

Baca juga: Penyesuaian Harga BBM untuk Stabilitas Ekonomi Nasional

Menurut Muhammad Amin, sasaran dari penyesuaian harga BBM adalah kemaslahatan dan kebaikan bagi rakyat, terutama yang paling membutuhkan. Sehingga, BBM bersubsidi yang selama ini masih banyak digunakan oleh konsumen yang tidak berhak dapat dihindari.

“Penyesuaian ini diharapkan dapat menekan subsidi yang tinggi sehingga bisa dialihkan untuk sektor lain. Subsidi ini juga tidak tepat sasaran, karena masyarakat menegah keatas ikut menikmatinya,” tambah Muhammad Amin yang juga Wakil Ketua PDI-P Aceh Besar.

Terjadinya perang Rusia dan Ukraina, sebutnya, sudah memicu munculnya krisis energi dan pangan global, yang juga menjalar ke Indonesia. Amin mengungkapkan, kedua negara itu merupakan sumber ekspor gas dan minyak, termasuk pupuk ke Eropa yang menjadi salah-satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia. Ketimpangan di Eropa tentu dirasakan oleh bagian dunia lainnya termasuk Indonesia.

Baca juga: Muammar Khaddafi: Penyesuaian Harga BBM Sudah Tepat

Diharapkan, dengan penerapan bantalan sosial yang ditujukan untuk memberikan jaring pengaman sosial bagi masyarakat bawah dan kaum pekerja berupa bantuan langsung tunai, subsidi upah, dan subsidi transportasi, tambahnya, rakyat dan pemerintah mampu tampil sebagai pemenang dalam menghadapi serangkaian krisis yang terjadi saat ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved