Breaking News:

Opini

Dinamika Ekspor-Impor Aceh

Pada abad ke-16, Nanggroe Aceh Darussalam dikenal sebagai salah satu titik jalur rempah yang selalu disinggahi kapalkapal dari berbagai belahan dunia

Editor: bakri
Dinamika Ekspor-Impor Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
RAKSAKA ARDY DAMARA, Ekonom Yunior Bank Indonesia Provinsi Aceh

OLEH RAKSAKA ARDY DAMARA, Ekonom Yunior Bank Indonesia Provinsi Aceh 

TINTA emas pernah diukir Aceh dengan tercatat menjadi salah satu simpul penting perdagangan dunia.

Pada abad ke-16, Nanggroe Aceh Darussalam dikenal sebagai salah satu titik jalur rempah yang selalu disinggahi kapalkapal dari berbagai belahan dunia.

Posisi Aceh sebagai daerah perdagangan dunia tidak terlepas dari kondisi kerajaan yang kaya akan berbagai komoditas rempah sebagai sumber pendapatan dalam perdagangan di dunia.

Akan tetapi, sebagaimana yang disampaikan oleh John Maynard Keynes, "I like the dreams of the future, better than the history of the past".

Kita tidak boleh terjebak dalam hegemoni kejayaan masa lalu dan harus move on menatap tantangan masa depan.

Setahun ekspor-impor Dalam ekonomi makro, ekspor-impor merupakan salah satu komponen pendapatan nasional.

Pendapatan nasional (GDP) yang dihitung berdasarkan pengeluaran dapat dinegasikan dengan persamaan sebagai berikut: GDP = C + I + G + (X - M), dimana X merupakan ekspor dan M merupakan impor.

Kenaikan nilai ekspor akan meningkatkan pendapatan nasional (GDP), sedangkan peningkatan impor akan menurunkan pendapatan nasional.

Sehingga dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, kemandirian ekonomi sangatlah diperlukan dengan mendorong ekspor dan mengurangi impor guna peningkatan pendapatan yang kita terima.

Baca juga: Dukung Aceh Tamiang Kembangkan Jagung, Wamen Pertanian: Akan Jadi Komoditas Ekspor

Baca juga: Produk UMKM Aceh Berpotensi Ekspor, Menjadi Pemacu Semangat

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved