Rabu, 3 Juni 2026

Salam

Persiraja Bayar Mahal Insiden Itu

Persiraja harus membayar mahal insiden padamnya lampu Stadion Lampineung, Banda Aceh, saat harus menjamu PSMS Medan, dalam Kompetisi Sepak Bola Liga

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBI/HENDRI
Penonton membakar sejumlah fasilitas di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (5/9/2022) malam. Tindakan itu mereka lakukan karena kesal setelah laga Persiraja versus PSMS Medan batal digelar akibat lampu utama di stadion itu padam. 

PERSIRAJA harus membayar mahal insiden padamnya lampu Stadion Lampineung, Banda Aceh, saat harus menjamu PSMS Medan, dalam Kompetisi Sepak Bola Liga 2, pada Senin (5/9/2022) malam.

Pertama, Persiraja dinyatakan kalah walk over (WO) 0-3 atas tim ibukota Sumatera Utara itu.

Dan, kedua, panitia harus mengeluarkan banyak dana untuk memperbaiki fasilitas stadion yang dirusak dan dibakar massa penonton malam itu.

Di tengah suasana “berkabung” Persiraja, muncul pula dugaan adanya sabotase sehingga lampu stadion tak bisa menyala.

Namun, penyebab yang sesungguhnya masih harus menunggu hasil pengusutan pihak kepolisian.

Pada Selasa (6/5) petang, polisi sudah memanggil dan memeriksa panitia pelaksana pertandingan tersebut secara marathon atas dugaan ketidakprofesionalan dalam menyiapkan laga.

Bila terbukti ada kealpaan, panitia pelaksana pertandingan akan dikenakan Pasal 103 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Sedangkan oknum penonton yang membakar dan merusak akan dikenakan tambahan Pasal 201 ayat (1) KUHP.

Intinya, mereka akan terkena hukuman pidana berat.

Baca juga: Permalukan Syariat Islam Aceh, YARA Desak Kegagalan Persiraja Tampil Lawan PSMS Diusut

Baca juga: Dek Gam Minta Manajemen Baru Persiraja Konsultasi Dengannya: Jangan Malu Bertanya, Hilangkan Ego Itu

Seperti diberitakan harian ini dua hari lalu, awalnya lampu stadion itu menyala.

Namun, lima menit menjelang kick-off, lampu utamanya padam hingga tak menyala lagi setelah ditunggu satu jam lebih.

Kesal dengan hal itu, para penonton membakar dan merusak sejumlah fasilitas stadion.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, menyayangkan timbulnya aksi anarkis tersebut.

Jenderal bintang dua ini meminta jajarannya segera mengungkap peristiwa tersebut sesuai ketentuan yang berlaku dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

“Kepada panitia pelaksana pertandingan atau even lain agar berkoordinasi dengan seluruh stakeholder dan instansi terkait agar semua kegiatan dapat terlaksana secara baik,” harap Kapolda.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara sepakbola menyebut bahwa lampu stadion padam enam menit sebelum kick-off atau pukul 20.24 WIB.

Penyebab lampu padam karena genset yang menjadi sumber utama pencahayaan di stadion tersebut kehabisan bahan bakar.

Atas fakta itu, pihak PT LIB menilai ada kelalaian dalam persiapan pertandingan yang dilakukan oleh panitia, sehingga laga resmi tersebut batal terlaksana.

Baca juga: Polisi Periksa Tujuh Saksi Kasus Pembakaran Stadion Lampineung, PT LIB Nyatakan Persiraja Kalah WO

Baca juga: Presiden Persiraja Duga Ada Sabotase Terkait Pembakaran Fasilitas Stadion Lampineung

Selanjutnya, Komite Ad Hoc memutuskan Persiraja Banda Aceh dinyatakan kalah 0-3 atau WO, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 jo Pasal 18 Regulasi Kompetisi Liga 2 Musim 2022/2023.

Persiraja dan penggemarnya tentu sangat terpukul atas risiko itu.

Sebab, kalah besar tanpa bertanding adalah hal yang menyakitkan.

Apalagi, meraih satu kemenangan di Liga 2, sekarang ini bukan hal yang gampang.

Tim-tim yang akan menjadi lawan-lawan Persiraja itu sudah bersiap cukup matang.

Jadi, kehilangan angka di kandang itu benar-benar rugi besar.

Terlepas dari isu sabotase, sekarang semuanya dituntut profesional.

Mulai pemain, manajemen, hingga panitia harus profesional.

Oleh sebab itu, ke depannya, semua pihak yang terkait dengan penyelenggaran pertandingan Liga 2 di Banda Aceh itu harus melakukan persiapan secara matang dan detil.

Nah?!

Baca juga: Skull Minta Persiraja Fokus Hadapi Laga Selanjutnya, T Iqbal Djohan: Tunggu Hasil Investigasi Polisi

Baca juga: Insiden Lampu Stadion H Dimurthala Padam Diduga karena Sabotase, Manajemen Persiraja Minta Maaf

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved