Breaking News:

Kajian Islam

Bolehkan Membatalkan Nazar? Begini Penjelasan Ulama Aceh Abu Mudi

Nazar adalah sebuah janji dari seseorang yang akan dipenuhi apabila keinginannya berhasil tercapai.

Editor: Firdha Ustin
For SERAMBINEWS.COM
Ulama kharismatik Aceh, Tgk H Hasanul Basri HG atau yang akrab disapa Abu Mudi, mengisi pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (Tastafi) di Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Jum’at (27/5/2022) malam. 

Bolehkan Membatalkan Nazar? Begini Penjelasan Ulama Aceh Abu Mudi

SERAMBINEWS.COM – Nazar adalah sebuah janji dari seseorang yang akan dipenuhi apabila keinginannya berhasil tercapai.

Misalnya, ada orang yang bernazar jika ia sembuh dari penyakit yang sedang dialaminya maka ia akan puasa sebulan atau membagi sembako kepada fakir miskin.

Namun, ketika keiinginan tersebut terpenuhi tetapi ketidakmampuan diri dalam memenuhi nazar yang telah diucapkan, sehingga muncul dibenak untuk membatalkan nazar tersebut, apakah hal nazar tersebut boleh dibatalkan?

Untuk menjawab hal tersebut, Abu Mudi memberikan penjelasan melalui video dakwahnya yang diunggah pada kanal YouTube MUDI TV yang tayang pada 20 Nov 2020 lalu dengan judul "Bolehkah Membatalkan Nazar".

Melalui vedio berdurasi kurang dari tiga menit tersebut, Abu Mudi yang juga sebagai Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samangala ini mengatakan, apabila kita sudah bernazar jalan keluarnya adalah dengan menunaikannya.

Tidak ada jalan atau ketentuan untuk membatalkannya karena nazar ini merupakan perjanjian yang telah disepakati antara diri kita dengan Allah dan wajib untuk menunaikannya.

Baca juga: Hukum Kasih Lebih Saat Bayar Utang, Bisa dapat Pahala Tapi Juga Bisa Jadi Riba, Ini Kata Abu Mudi

“Kalau kita sudah bernazar maka kita harus menunaikannya, tidak ada jalan keluar dalam membatalkannya”, kata Abu Mudi dikutip Serambinews.com, Senin (12/9/2022) dari kanal YouTube MUDI TV.

Agar nazar tersebut dapat ditepati, maka Abu Mudi menyarankan agar terlebih dahulu mempertimbangkan nazar tersebut, jangan sampai nazar itu dapat memberatkan kita.

“Sedekah boleh, Rp 2.000 saja, jika penyakit saya sembuh, wajib atas saya bersedekah dua ribu untuk anak yatim atau fakir miskin," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved