Korban Mutilasi Diduga Iwan Budi PNS Semarang Jadi Saksi Korupsi, Dibakar saat Sudah Meninggal
Irwan juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa 23 saksi yang terdiri dari keluarga dan rekan kerja Iwan Budi, serta saksi-saksi di TKP.
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantu Polrestabes Semarang dan Polda Jateng untuk mengungkap kasus pembakaran mayat di Pantai Marina, Semarang.
“Kami dapat support (dukungan) dari Bareskrim untuk melakukan upaya penyelidikan,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Selasa (13/9/2022) dilansir dari Kompas.com.
Menurut Irwan, kasus mutilasi dan pembakaran mayat di Semarang tersebut merupakan kejahatan yang tak mudah diungkap.
Jasad yang terbakar itu diduga kuat merupakan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Iwan Budi yang dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022, merujuk pada barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), berupa pelat nomor dan name tag milik Iwan Budi.
Akan tetapi, Irwan mengatakan, pihaknya masih perlu memastikan identitas jasad tersebut dengan melakukan penyelidikan DNA korban yang dicocokkan dengan anggota keluarga terduga korban.
“Sementara ini karena kita mencurigai bahwa ini adalah Iwan, maka dilakukan tes DNA terhadap keluarganya, termasuk istri,” terang Irwan.
Irwan juga mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil tertulis dari hasil tes laboratorium forensik untuk mengetahui detail penganiyaan yang dialami korban.
“Sudah tes DNA. Namun hasil belum kita dapatkan,” jelasnya.
Irwan menerangkan, penyidik masih mendalami kasus tersebut, meski terdapat dugaan bahwa korban hilang lantaran akan mengungkap kasus korupsi tahun 2010, yakni penyalahgunaan hibah lahan milik Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang.
Ketika konferensi pers digelar, tim gabungan Polrestabes, Polda, dan Bareskrim masih belum menemukan kepala dan potongan tubuh yang hilang dari korban pembakaran tersebut.
Selain kepala, Irwan mengatakan, bagian tubuh tangan kanan dan kiri, serta lutut kaki kanan masih dalam pencarian.
“Mungkin terbawa binatang liar atau memang sengaja dihilangkan sejak awal,” terangnya.
Terlepas dari kerumitan penyelidikan yang dijalani, Kapolrestabes Semarang optimistis pihaknya mampu mengungkap tuntas kasus tersebut.
Baca juga: Oknum Polisi Diduga Pukul Anggota TNI Saat Atur Arus Lalulintas, Korban Melapor ke Polda
Baca juga: WHO Peringatkan Penyebaran Wabah Kolera di Suriah, Usai Kasus Pertama Tercatat Pada 2009
Baca juga: KSRelief Arab Saudi Kampanyekan Penggalangan Dana dari Warga Untuk Korban Banjir Pakistan
Kompastv: Terungkap, Korban Mutilasi Diduga PNS Semarang Saksi Korupsi, Ternyata Dibakar saat Sudah Meninggal