Korban Mutilasi Diduga Iwan Budi PNS Semarang Jadi Saksi Korupsi, Dibakar saat Sudah Meninggal
Irwan juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa 23 saksi yang terdiri dari keluarga dan rekan kerja Iwan Budi, serta saksi-saksi di TKP.
SERAMBINEWS.COM - Hasil pemeriksaan forensik dari jenazah mutilasi yang ditemukan terbakar di Pantai Marina, Semarang, Jawa Tengah menunjukkan bahwa korban dibakar ketika sudah meninggal dunia.
"Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jateng, dipastikan bahwa jenazah yang ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara) itu dibakar dalam keadaan sudah meninggal," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di Sapa Indonesia Malam KOMPAS TV, Selasa (13/9/2022).
Irwan mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah alat bukti di TKP jenazah terbakar itu, di antaranya name tag (tanda pengenal) bertuliskan "Iwan Budi P", plat nomor motor, serta ponsel milik korban.
Menurut saksi, yang merupakan keluarga Iwan Budi, keduanya cocok dengan motor dan ponsel yang dimiliki pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang itu.
"Namun, untuk memastikan bahwa jenazah itu adalah Iwan Budi P, kami masih melakukan pemeriksaan DNA ke laboratorium forensik. Dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, hasilnya akan kami ketahui," ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya telah menyerahkan sampel mayat terbakar di Semarang itu kepada Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah (Jateng) pada tanggal 9 September 2022.
"Kira-kira seminggu lagi," jawab Irwan saat ditanya kapan hasil uji DNA tersebut keluar.
Irwan juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa 23 saksi yang terdiri dari keluarga dan rekan kerja Iwan Budi, serta saksi-saksi di TKP.
"Anak, istri, mertua, ipar, dan saksi-saksi di TKP, rekan kerja (Iwan Budi P) juga," ujarnya.
Irwan mengatakan, polisi menerima laporan hilangnya Iwan Budi P pada 25 Agustus 2022 oleh keluarga Iwan.
Kemudian pada tanggal 8 September atau kurang lebih 14 hari setelah laporan orang hilang itu, ia mendapatkan informasi tentang temuan jasad dan motor terbakar di Pantai Marina, Semarang.
Iwan, kata dia, merupakan saksi dalam kasus korupsi yang sedang ditangani Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.
Iwan Budi P merupakan saksi kunci dalam kasus penyalahgunaan hibah lahan milik Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang pada tahun 2010.
"Proses penyelidikan masih terus dilakukan, siapapun jenazah yang ada di situ, premis-premis atas kejahatan ini akan terus kami dalami, apakah terkait korupsi, asmara, utang piutang, dan sebagainya," jelas Irwan.
Baca juga: Kasus Mayat Terbakar di Semarang, Bagian Kepala Belum Ditemukan, Hasil Tes DNA Keluar Pekan Depan
Bareskrim Turun Tangan
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membantu Polrestabes Semarang dan Polda Jateng untuk mengungkap kasus pembakaran mayat di Pantai Marina, Semarang.
“Kami dapat support (dukungan) dari Bareskrim untuk melakukan upaya penyelidikan,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Selasa (13/9/2022) dilansir dari Kompas.com.
Menurut Irwan, kasus mutilasi dan pembakaran mayat di Semarang tersebut merupakan kejahatan yang tak mudah diungkap.
Jasad yang terbakar itu diduga kuat merupakan pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Iwan Budi yang dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022, merujuk pada barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), berupa pelat nomor dan name tag milik Iwan Budi.
Akan tetapi, Irwan mengatakan, pihaknya masih perlu memastikan identitas jasad tersebut dengan melakukan penyelidikan DNA korban yang dicocokkan dengan anggota keluarga terduga korban.
“Sementara ini karena kita mencurigai bahwa ini adalah Iwan, maka dilakukan tes DNA terhadap keluarganya, termasuk istri,” terang Irwan.
Irwan juga mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil tertulis dari hasil tes laboratorium forensik untuk mengetahui detail penganiyaan yang dialami korban.
“Sudah tes DNA. Namun hasil belum kita dapatkan,” jelasnya.
Irwan menerangkan, penyidik masih mendalami kasus tersebut, meski terdapat dugaan bahwa korban hilang lantaran akan mengungkap kasus korupsi tahun 2010, yakni penyalahgunaan hibah lahan milik Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) di Kecamatan Mijen kepada Pemkot Semarang.
Ketika konferensi pers digelar, tim gabungan Polrestabes, Polda, dan Bareskrim masih belum menemukan kepala dan potongan tubuh yang hilang dari korban pembakaran tersebut.
Selain kepala, Irwan mengatakan, bagian tubuh tangan kanan dan kiri, serta lutut kaki kanan masih dalam pencarian.
“Mungkin terbawa binatang liar atau memang sengaja dihilangkan sejak awal,” terangnya.
Terlepas dari kerumitan penyelidikan yang dijalani, Kapolrestabes Semarang optimistis pihaknya mampu mengungkap tuntas kasus tersebut.
Baca juga: Oknum Polisi Diduga Pukul Anggota TNI Saat Atur Arus Lalulintas, Korban Melapor ke Polda
Baca juga: WHO Peringatkan Penyebaran Wabah Kolera di Suriah, Usai Kasus Pertama Tercatat Pada 2009
Baca juga: KSRelief Arab Saudi Kampanyekan Penggalangan Dana dari Warga Untuk Korban Banjir Pakistan
Kompastv: Terungkap, Korban Mutilasi Diduga PNS Semarang Saksi Korupsi, Ternyata Dibakar saat Sudah Meninggal