Breaking News:

Salam

Dunia Ingin Perang Itu Secepatnya Berakhir

Keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali wilayah Izium, Kharkiv, dinilai sebagai kekalahan besar pasukan Rusia

Editor: bakri
L3Harris
Sistem udara tak berawak kontra VAMPIRE produksi L3Harris, termasuk dalam batch terbaru peralatan militer AS yang dikirim ke Ukraina. - AS akan mengirimkan senjata penghancur drone VAMPIRE yang dapat dipasang di berbagai kendaraan seperti truk pickup hingga trailer kepada Ukraina. 

Keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali wilayah Izium, Kharkiv, dinilai sebagai kekalahan besar pasukan Rusia.

Adalah pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov --yang merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin– secara terang-terangan menyatakan tak bisa menerima kekalahan itu.

Kadyrov mengkritik kinerja tentara Rusia atas direbutnya kembali Izium oleh pasukan Kiev.

Izium merupakan kota pusat pasokan penting di Provinsi Kharkiv.

Kekecewaan Kadyrov muncul dalam pesan suara berdurasi 11 menit yang di-posting di Telegram pada Sabtu pekan lalu.

“Jika hari ini atau besok perubahan tidak dilakukan dalam pelaksanaan operasi militer khusus (Rusia), saya akan terpaksa pergi ke pimpinan negara untuk menjelaskan kepada mereka situasi di lapangan.

” Kadyrov adalah pemimpin Chechnya yang ditunjuk Kremlin.

Meski dia menjadi sekutu utama Presiden Putin, ada kelompok milisi Chechnya lain yang memihak Ukraina dalam perang saat ini.

“Saya bukan ahli strategi seperti yang ada di Kementerian Pertahanan.

Tetapi jelas bahwa kesalahan telah dibuat.

Baca juga: Rusia Kalah, Pemimpin Chechen Syok, Jumlah Pasukan Ukraina 8 Kali Lebih Banyak

Baca juga: Rusia Tarik Seluruh Pasukan Dari Khakiv, 20 Pemukiman Direbut Kembali Oleh Pasukan Ukraina

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved