Breaking News:

Berita Banda Aceh

Cegah Radikalisme dan Terorisme di Daerah, FKPT dan BNPT Akan Libatkan Para Pemuda Aceh

Muklis menyampaikan, bahwa para pemuda memiliki peran sentral dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Kegiatan Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Dengan Pitutur Kebangsaan ”Ekspresi Indonesia Muda” Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh di Ruang Theater, Gedung Museum UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (15/9/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan melibatkan para pemuda dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Mukhlisuddin Ilyas, M. Pd, selaku Ketua FKPT Aceh ketika memberi sambutan pembuka pada Kegiatan Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme Dengan Pitutur Kebangsaan ”Ekspresi Indonesia Muda”, Kamis, (15/9/2022), di Ruang Theater, Gedung Museum UIN Ar-Raniry, Darussalam, Kota Banda Aceh.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 100 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa dan pemuda serta Plt. Kasubbid Pengawasan BNPT, Faizal Yan Aulia, S.Fil., M.Sc. dan Praktisi Film Nasional Ratrikala Bhre Aditya tersebut, Muklis menyampaikan, bahwa para pemuda memiliki peran sentral dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

"Tema acara kita “Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme” ini penting, karena elemen pemuda memiliki peran sentral dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia," ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima Serambinews.com, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Nasir Djamil Desak BNPT Perkuat FKPT untuk Pencegahan Terorisme di Daerah

Muklis mengatakan, selama ini tanpa disadari, beberapa Pelaku Teror diluar Aceh pernah terdeteksi berkunjung ke Aceh dan terkoneksi dengan orang Aceh.

Hal ini dibuktikan dengan adanya insiden penangkapan terduga oknum Pelaku Teroris dari Orang Aceh itu sendiri.

Muklis pun kemudian menyinggung soal peristiwa yang terjadi di Aceh Besar pada 2010 silam, dimana telah terjadi pelatihan terorisme tepatnya di Pengunungan Jalin, Jantho.

Seorang pria bernama Abubakar Basyir ditetapkan sebagai tersangka dan terpidana karena terbukti mendanai pelatihan teorisme di Pengunungan Jalin saat itu.

"Peristiwa Jalin Jantho menjadi cacatan penting dan peringatan bagi Aceh, dimana paska insiden pelatihan Terorisme di Pengunungan Jalin Jantho, Aceh Besar Pada Tahun 2010, memiliki kaitannya terhadap peristiwa Terorisme berikutnya," tutur Muklis.

Menurut Muklis, peristiwa tersebut harusnya menjadi pelajaran bagi para pemuda Aceh, bahwa tanah Rencong memiliki sejarah kelam mengenai radikalisme dan terorisme.

Baca juga: Kepala BNPT Lantik Dr Mukhlisuddin Ilyas Jadi Ketua FKPT Aceh, Ini Pesan Boy Rafli Soal Terorisme

"Negara kita telah memiliki payung hukum tentang terorisme. Kita memiliki UU No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan UU No 9 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme," jelasnya.

Untuk mewujudkan program ini, FKPT akan menerbitkan buku dengan tema “Pencegahan terorisme berbasis kearifan lokal di Aceh”.

Buku tersebut merupakan karya bersama FKPT dengan Pengelola Mata Kuliah Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) Universitas Syiah Kuala.

"Gagasan ini sekaligus untuk mengajak masyarakat dan pemuda untuk mencegah berbagai bentuk dan strategi mengenai radikalisme dan terorisme di Aceh. FKPT berharap Aceh menjadi daerah yang nyaman dan terbebas dari isu radikalisme dan terorisme kedepannya," sebut Muklis.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved