Breaking News:

Opini

Memaknai Angka Stunting di Aceh

Konsep keselamatan pasien (patient safety) secara mendasar diartikan sebagai “freedom from accidental injury” oleh Institute of Medicine (IOM)

Editor: bakri
Hand-over dokumen pribadi
M NASIR DJAMIL, Anggota DPR RI 

OLEH M NASIR DJAMIL, Anggota DPR RI

* (Refleksi Hari Keselamatan Pasien Sedunia)

SETIAP tanggal 16 September diperingati sebagai Hari Keselamatan Pasien Sedunia (World Patient Safety Day) yang didirikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tujuannya untuk membangun budaya keselamatan dan kesehatan yang positif.

Konsep keselamatan pasien (patient safety) secara mendasar diartikan sebagai “freedom from accidental injury” oleh Institute of Medicine (IOM).

Untuk menjamin keselamatan pasien, maka organisasi pelayanan kesehatan harus mampu membangun sistem yang lebih aman bagi pasien, petugas kesehatan, maupun masyarakat sekitarnya serta manajemen rumah sakit.

Pada tahun 2022 ini kita baru saja terlepas dari yang namanya PSBB akibat peyebaran Covid-19 yang mengakibatkan manusia tidak bisa beraktivitas sebebas dahulu.

Namun walaupun dunia dan Indonesia kini telah dibebaskan dalam penggunaan masker dan diwajibkan mengikuti vaksin hingga booster, bukan berarti Indonesia telah bebas dari masalah kesehatan lainnya.

Khususnya Aceh, faktanya masih tinggi angka kematian bayi akibat gizi buruk (stunting).

Baca juga: Pentingnya Nutrisi untuk Mencegah Stunting pada Anak

Baca juga: Upaya Turunkan Stunting, Dinkes Aceh Berikan Tablet Tambah Darah kepada Siswa SMA Negeri 3 Langsa

Berdasarkan hasil Studi Kasus Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 24,4 persen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved