Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Membongkar Bjorka di Sekolah

Bjorka bukan satu-satunya hacker Indonesia yang membuat seantero negeri beralih perhatian pada mereka

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
KHAIRUDDIN SPd MPd, Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Microsoft Educator Certied, Microsoft Innovative Education Expert 

Mulailah kita menyimpan data penting di langit untuk kemudahan akses.

Bagi pejabat publik, perusahaan, industri, instansi pemerintah dan hal yang berhubungan dengan banyak orang tentu saja sistem internet sangat membantu.

Karena data publik yang disimpan serta data lainnya terkait rahasia instansi, keamanan data haruslah menjadi pertimbangan utama.

Namun bukan rahasia lagi, banyak website perintahan daerah dibuat dari platform gratis baru kemudian dibeli hosting untuk ruang penyimpanan data.

Jika data kependudukan daerah disimpan di sana, bukankah ini potensi kejahatannya besar karena mudah diretas.

Masuk kurikulum Setiap kejahatan membutuhkan penanganan ahli yang bukan saja sekadar menangkap pelaku, bahkan potensi kejahatan pun harus diantisipasi dari awal.

Kejahatan data publik, terutama pejabat negara itu tentu saja sudah menyinggung nation rights yang lebih tinggi dari human rights.

Maka sungguh janggal jika kita masih tertawa saat data pejabat pemerintah diumbar, rahasia badan intelijen dijadikan konsumsi publik.

Sementara polisi sulit menangkap karena bisa jadi ketiadaan personel yang mampu mengungkap cepat pelaku hacking.

Ibarat profesi dokter yang terus berkembang di bidang spesialis, pengembangan pengetahuan mulai masuk ke sekolah.

Maka keamanan dan rekayasa data harus masuk juga melalui kurikulum di sekolah menjadi penguatan pengetahuan bahkan menjanjikan profesi baru yang sangat dibutuhkan di kalangan publik, industri, pemerintahan, militer, kepolisian dan sebagainya.

Patut kita syukuri bahwa informatika dan teknologi menjadi mata pelajaran wajib mulai SMP di Kurikulum Merdeka.

Namun jika kita membedah lebih jauh, ketika SMA bisa saja akibat ketiadaan guru komputer, siswa hanya belajar informatika di kelas X.

Baca juga: Pemuda Madiun Jadi Tersangka Kasus Hacker Bjorka Pergi Dari Rumah, Ini Penjelasan Orangtua

Pengetahuan komputasi, computational thinking, artificial inteligence, coding, keamanan data, cyber crimes harusnya menjadi bahasan di sekolah, bukan hanya sebatas pengetahuan, namun harus sampai pada kecakapan.

Kenapa tidak dari SD siswa sudah memperoleh pengetahuan komputasi, hingga SMA mereka memiliki kecakapan untuk kecerdasan buatan hingga kejahatan internet dan cara mengamankannya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved