Breaking News:

Mata Lokal Memilih

Tambahan APBA-P untuk Tutupi Tanggungan Pemerintah, Dari Jalan Multiyears, JKA, hingga Bayar Utang

Anggaran pembiayaan dalam APBA Perubahan tahun 2022 mengalami peningkatan Rp 500 miliar lebih

Editor: bakri

BANDA ACEH - Anggaran pembiayaan dalam APBA Perubahan tahun 2022 mengalami peningkatan Rp 500 miliar lebih.

Sedangkan total APBA Perubahan tahun 2022 berjumlah Rp 16,7 triliun lebih.

Besaran anggaran ini untuk membiayai tiga tanggungan Pemerintah Aceh yang harus dituntaskan.

Yaitu pembiayaan pembangunan beberapa ruas jalan multiyears, dana Jaminan Kesehatan Aceh ( JKA), dan pembayaran utang yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dari Mahkamah Agung.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRA, Safaruddin saat menjadi narasumber dalam program podcast Serambi 30 Menit Bersama Tokoh dengan host News Manajer Bukhari M Ali, Senin (19/9/2022).

"500 miliar penambahan di APBA-P 2022 bukan semuanya ke multiyears.

Tapi juga untuk memenuhi pembayaran terhadap JKA, kemudian ada utang kita yang sudah mendapat putusan inkrah pengadilan," kata Safaruddin.

Politikus muda Partai Gerindra ini menegaskan bahwa anggaran yang besar tersebut diambil dari Silpa tahun lalu untuk menutupi tanggung jawab pemerintah yang belum terealisasi dalam APBA murni.

Terhadap pembangunan 14 ruas jalan multiyears yang kontraknya akan berakhir tahun 2022, Safaruddin mengatakan tidak semua jalan mendapat suntikan dana dalam perubahan.

Penambahan anggaran hanya dilakukan terhadap jalan yang progress-nya ditargetkan fungsional tahun ini.

Baca juga: Pj Gubernur Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBA 2022

Baca juga: Celetukan Pon Yaya untuk Bang Bus Bikin Dewan Tertawa, APBA-P 2022 Disetujui Rp 17,291 Triliun

Sedangkan yang masih ada kendala tidak lagi dianggarkan.

Begitu juga dengan tanggungan dana JKA yang baru dibayar sekitar Rp 400 miliar pada tahun 2022.

Sedangkan yang menjadi tanggungan Pemerintah Aceh Rp 1,1 triliun setiap tahun.

"Selain itu ada utang kita yang sudah mendapat putusan inkrah pengadilan, kalau kita tidak tutup utangnya sekarang ini akan menjadi beban APBA, apalagi porsi APBA tahun depan semakin kecil dibandingkan 15 tahun yang sudah kita rasakan," imbuh dia.

Pada bagian akhir, Safaruddin yang juga Sekretaris Partai Gerindra Aceh ini berharap agar Aceh ke depan lebih baik apalagi di bawah pemimpin baru.

"Kepada masyarakat Aceh, kita (DPRA dan Pemerintah Aceh) masih berjuang revisi UUPA, mohon doa dan dukungnnya agar kami Pak Pj Gubernur, DPRA dan pihak lainnya bisa memperjuangkan ini sesuai dengan harapan kita," harapnya.

"Tentunya buka hanya otsus yang kita mau tapi juga seluruh kewenangan Aceh yang sudah menjadi komitmen dalam MoU Helsinki," sambung Safaruddin.

Di sisi lain, Safaruddin juga meminta semua pihak untuk menciptakan stabiltas politik di Aceh agar lebih baik.

"Kita menginginkan terus terjalinnya hubungan harmonisasi antara lembaga pemerintahan sehingga bisa berperan dengan baik sesuai fungsinya dan bisa memberikan kebaikan untuk Aceh," tutup Safaruddin. (mas)

Baca juga: Pj Gubernur Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBA 2022, Total Belanja Diusul Rp 16,706 T

Baca juga: Komisi V DPRA  Sorot Program GISA, Falevi: Hanya Kegiatan Menghamburkan SPPD Bersumber APBA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved