Breaking News:

Berita Nasional

Ditetapkan Tersangka, Mahfud MD Sebut Bukan karena Lukas Enembe Partai Demokrat

Lukas Enembe tersangka korupsi hingga pencucian uang sebesar Rp 560 miliar yang mengalir ke kasino judi, Mahfud MD sebut bukan karena Partai Demokrat.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Instagram @mohmahfudmd
Lukas Enembe ditetapkan tersangka dugaan korupsi hingga pencucian uang sebesar Rp 560 miliar yang mengalir ke kasino judi, Mahfud MD sebut bukan karena Gubernur Papua itu dari Partai Demokrat. 

SERAMBINEWS.COM - KPK menetapkan Bupati Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan korupsi hingga pencucian uang sebesar Rp 560 miliar yang mengalir ke kasino judi.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutkan, tersangkanya Lukas Enembe bukan karena Bupati Papua itu berasal dari Partai Demokrat yang kerap dinilai oposisi pemerintah pusat.

Menurutnya, kasus yang menimpa Lukas Enembe murni karena kasus hukum, bukan dipolitisir.

"Jangan pula kita dibilang mempolitisir, wah ini dipolitisir karena ada tiga pejabat pendukung partai tertentu yang membela partainya, gak juga," kata Mahfud dilihat Serambinews.com dari TV One, Selasa (20/9/2022).

"Kalau Lukas Enembe ini dari Partai Demokrat, itu tiga hari sebelumnya ada Bupati Mimika dari Golkar, partainya pemerintah, sekarang ditahan oleh KPK. Jadi kita gak milih partai," tambahnya.

 

 

Dugaan Korupsi hingga Duit Rp 560 M Mengalir ke Kasino Judi

Menko Polhukam itu menjelaskan, sejumlah aliran dana fantastis ditemukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dari sana ditemukan catatan duit sebesar Rp 560 miliar yang mengalir ke kasino judi yang diduga sebagai bagian dari tindakan pencucian uang.

Baca juga: Polisi Amankan 14 Orang Saat Unjuk Rasa Bela Gubernur Papua Lukas Enembe

PPATK juga sudah membekukan rekening Lukas Enembe berisi uang senilai Rp 71 miliar.

"Dan yang terakhir, yang dibilang bukti gratifikasi Rp 1 miliar, itu yang confirm, ada bukti pengirimannya, pengakuannya, ada saksinya bahwa itu gratifikasi," jelas Mahfud.

"Nah yang ratusan miliar itu akan diperiksa berdasarkan penemuan PPATK, misal uang itu dari mana," tambahnya.

Selain itu, Lukas juga harus menjelaskan dana APBN dan dana otonomi khusus (otsus) yang dikucurkan dari pusat ke Papua.

Baca juga: Sosok Gubernur Papua Lukas Enembe, Punya Harta Rp33 M, Dari PNS Banting Setir Jadi Politisi

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved