Breaking News:

Komoditi

Pidie dan Pijay Masih Produksi Bawang Merah, per Bulan Sekitar 30 Ton

Di Pidie, sebut Zakarya A Gani, ada tujuh kecamatan yang menjadi daerah sentra produksi bawang merah dan cabe merah, yaitu Simpang Tiga, Pekan Baro, P

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani, sedang berada di lokasi jemuran bawang merah hasil panen di sebuah tempat di Pidie, Selasa (27/9). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga bawang merah di Aceh, sampai minggu keempat September 2022 masih stabil dan terkendali pada harga antara Rp 25.000-Rp 30.000/Kg, disebabkan petani bawang merah di Pidie dan Pijay masih produksi.

“Buktinya pada minggu keempat bulan September 2022 ini, petani bawang merah di Kecamatan Grong-Grong Pidie, masih panen bawang merah sekitar 5 hektar lebih,” kata Ketua Konsorsium Bawang Merah Pidie, Zakarya A Gani kepada Serambinews.com, Selasa (27/9/2022) di Banda Aceh.

Kenapa di Pidie, sampai minggu keempat September 2022 ini, masih ada panen bawang merah, kata Zakarya, karena petani bawang merah di sana setiap bulannya ada menanaman bawang merah sekitra 1 – 5 hektar.

Contohnya di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie sampai bulan September ini, masih ada panen bawang merah di sana.

VIDEO Pedagang Medan Asal Pidie Pasok Bawang Merah ke Sumut, Dijual Rp 25 Ribu per Kilogram

Di Pidie, sebut Zakarya A Gani, ada tujuh kecamatan yang menjadi daerah sentra produksi bawang merah dan cabe merah, yaitu Simpang Tiga, Pekan Baro, Pidie, Kemala, Indra Jaya, Grong-Grong dan Padang Tiji.

Setiap kecamatan, petani bawang merahnya, menanam bawang merah 1- 5 hektar per bulan, sehingga setiap bulannya ada panen bawang merah di Kabupaten Pidie sekitar 6 – 30 ton.

Makanya suplai bawang merha ke Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar dan Pasar tradisional lainnya di Kota Banda Aceh, tidak pernah berhenti.

Selain di Kabupaten Pidie, kata Zakarya A Gani, masih ada beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) kelompok tani padi, palawija dan jagungnya sudah mengalihkan lahan pertanian sawahnya ke tanaman bawang merah dan cabe merah.

Di Kecamatan Lung Putu, Pijay dan beberapa kecamatan lainnya, pada musim tanam gadu tahun ini yang dimulai pada bulan Juli lalu, petani padinya banyak yang tanam cabe merah dan bawang merah, karena pasokan air irigasi tidak cukup untuk tanam padi, mereka mengalihkan ke bawang merah dan cabe merah.

Pendataan Pegawai Honorer Bukan untuk Pengangkatan PNS, Jangan Salah Paham!

Petani Cabai Merah di Pidie Panen, Harganya Langsung Turun jadi Rp 30.000/Kg, Bawang Merah Stabil 

Kenapa beberpa kelompok tani padi di Pidie dan Pijay, sekarang sudah mulai tertarik tanam bawang merah dan cabe merah, karena harga jual bawang merah dan cabe merah pada tahun ini sudah ekonomis.

Bawang merah antara Rp 25 000 – Rp 30.000/Kg dan cabe merah Rp 30.000 – Rp 50.000/Kg.

Untuk satu hektar tanaman bawang merah butuh modal sekitar Rp 20 juta. Satu hektar tanaman bawang merah, bisa menghasilkan 4 - 6 ton/hektar. Kalau harga jual bawang merah di tingkat pedagang pengumpul Rp 20.000/Kg, pendapatan kotor petani bawang merah, dalam satu hektar bisa mencapai Rp 80 juta – Rp 120 juta.

Karena, harga bawang merah sejak panen pertama bulan Juni lalu, ditingkat petani berada pada harga jual Rp 20.000 – Rp 25.000/Kg, petani bawang merah di Kecamatan Simpang Tiga, Keumala, Padang Tiji, Grong-Grong, Pekan Baro, Indra Jaya dan lainnya, tertarik menanam bawang merah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved