Breaking News:

Berita Banda Aceh

100 Pelaku UMKM di Aceh Ikut Workshop

Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari 23 kabupaten/kota di Aceh, mengikuti workshop Pengembangan Kewirausahaan Nasional

Editor: bakri
SERAMBINEWS/HERIANTO
Lima narasumber bersama peserta pelatihan pengembangan kewirausahaan nasional foto bersama usai acara pembukaan di Hotel Hermes, Selasa (27/9/2022). 

BANDA ACEH - Sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari 23 kabupaten/kota di Aceh, mengikuti workshop Pengembangan Kewirausahaan Nasional, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (27/9/2022).

Kegiatan tersebut digelar KemenkopUKM, Dinas KoperasiUKM Aceh, PLUT KUMKM Aceh, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) dan Gojek.

Workshop dibuka Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah.

Workshop menghadirkan lima narasumber, yaitu Sekretaris DiskopUKM Aceh Saiful Bahri, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kemendes Samsul Widodo , Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Wisnu Dewobroto, Tenaga Ahli Deputi Kewirausahaan Kemenkop UKM, Okky Putra Barus, dari Gojek dan dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, Muhammad Nur.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kampanye Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang diinisiasi KemenkopUKM sebagai wujud aksi nyata sinergi kementerian/lembaga yang tergabung dalam Komite Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Workshop ini juga untuk mengampanyekan Pengembangan Kewirausahaan Nasional, karena UMKM memegang peran penting dalam prekonomian Indonesia yang memiliki 64,2 juta unit usaha.

UMKM juga sudah memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen, investasi sebesar 60,42 persen, ekspor sebesar 14,37 persen, serta mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen.

Kendati peran UMKM terhadap prekonomian Indonesia lumayan besar, namun berdasarkan data rasio kewirausahaan Indonesia, pertumbuhannya baru 3,18 persen, dibawah perumbuhuan kewirausahaan Tahiland yang sudah mencapai 4,2 persen, Malaysia 4,7 persen dan Singapura 8,7 persen.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pertumbuhan kewirausahaan tersebut, Pemerintah memberikan perhatian yang serius dalam penumbuh kembangkan kewirausahaan nasional dengan dikeluarkannya Perpres Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional 2021-2024, yang merupakan kebijakan tunggal dan menjadikan pedoman bersama dalam mewujudkan ekosistem kewirausahaan.

Baca juga: Pelaku UMKM Bireuen: Usaha Sudah Lama Berdiri, Tapi Izin Belum Ada

Baca juga: Pj Wali Kota Beri Semangat Pelaku UMKM, Rumah Kreatif Al Mahirah dengan Diresmikan

Sementara Kadis Koperasi UKM Aceh diwakili Sekretaris Dinas, Saiful Bahri, mengatakan, pelatihan kewirausahaan bagi UMKM di Aceh baik untuk pengembangan wawasan dan SDM pelaku UMKM, dan penjualan produknya.

Hadir pada workhsop tersebut perwakilan Biro PBJ Setda Aceh yang menjelaskan tentang perlunya UMKM Aceh memasukkan daftar produk UMKM nya ke dalam 18 etalase E-Katalog Pemerintah Aceh yang sudah dibuka sejak bulan Juni lalu.

Dari 18 etalase E-Katalog yang sudah dibuka, 10 etalase bisa diisi oleh produk UMKM.

Namun sampai kini, masih sedikit UMKM yang mendaftar dan memasukkan produk UMKM nya dalam etalase E-Katalog Pemerintah Aceh.

Muhammad Nur, Kabid di Biro PJB Setda Aceh mengatakan, untuk memasukkan produk UMKM dalam etalase E-Katalog Pemerintah Aceh, sangat mudah dan di acara ini kita membuka pendaftran bagi UMKM yang ingin memasukkan produk UMKM nya di 10 etalase E-Katalog yang telah dibuka Pemerintah Aceh. (her)

Baca juga: Rumah Kreatif Al Mahirah di Lamdingin Diresmikan, Pj Wali Kota Banda Aceh Ajak Perbankan Bantu UMKM

Baca juga: Dinas Koperasi UMKM Aceh Gelar Bimtek Multimedia Untuk Usahawan Muda, Ciptakan Wirausaha Digital

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved