Breaking News:

Internasional

Keluarga Tuduh Polisi Moral Iran Pukul Kepala Mahsa Amini Sampai Tak Sadarkan Diri dan Meninggal

Salah seorang anggota keluarga Mahsa Amini menuduh polisi moral Iran memukul kepalanya sampai tak sadarkan diri dan mati.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para demonstran membawa poster dan potret Mahsa Amini yang meninggal di tangan polisi moral Iran di Teheran. 

Setelah tiga hari koma, dia dinyatakan meninggal.

Ibu Amini mengatakan dokter di rumah sakit memberi tahu keluarga putrinya telah menerima pukulan keras di kepala.

Pihak berwenang Iran telah membantah semua keterlibatan dalam kematian Amini, yang telah memicu 12 malam berturut-turut protes dan tindakan keras keamanan.

"Apa yang terjadi di Kurdistan dan di tempat lain di Iran adalah kemarahan rakyat terhadap rezim republik Islam, terhadap kediktatoran," kata Mortezaee.

Baca juga: Protes Kematian Wanita Muda, Dua Pria Lempar Bom Molotov ke Kedutaan Besar Iran di Athena

Setidaknya 76 orang tewas dalam demonstrasi tersebut, menurut kelompok Hak Asasi Manusia Iran (IHR) yang berbasis di Oslo.

Sementara kantor berita semi-resmi Iran Fars menyebutkan jumlah korban sekitar 60 orang.

Pihak berwenang mengatakan Senin bahwa mereka telah melakukan lebih dari 1.200 penangkapan.

Protes datang pada saat yang sangat sensitif bagi kepemimpinan Iran, ketika ekonomi negara itu tetap terperosok dalam krisis yang sebagian besar disebabkan oleh sanksi AS atas program nuklirnya.

Negara ini telah menyaksikan protes dalam beberapa tahun terakhir, termasuk demonstrasi mematikan pada November 2019 atas kenaikan harga bahan bakar.

Tapi kali ini "perempuan memimpin dan secara aktif mengambil bagian dalam protes," kata Mortezaee.

“Perempuan berpartisipasi dalam demonstrasi dengan berani dan turun ke jalan, siang dan malam,” katanya.

“Kami para pemuda tahu bahwa jika rezim ini jatuh, kehidupan yang lebih baik menanti kami," ujarnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved