Breaking News:

Internasional

Keluarga Tuduh Polisi Moral Iran Pukul Kepala Mahsa Amini Sampai Tak Sadarkan Diri dan Meninggal

Salah seorang anggota keluarga Mahsa Amini menuduh polisi moral Iran memukul kepalanya sampai tak sadarkan diri dan mati.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Para demonstran membawa poster dan potret Mahsa Amini yang meninggal di tangan polisi moral Iran di Teheran. 

SERAMBINEWS.COM, SULAIMANIYAH - Salah seorang anggota keluarga Mahsa Amini menuduh polisi moral Iran memukul kepalanya sampai tak sadarkan diri dan mati.

Sebelumnya, wanita Kurdi Iran itu Amini mengunjungi Teheran bersama keluarganya ketika bertemu dengan polisi moral yang terkenal kejam.

"Amini meninggal dunia setelah pukulan keras bertubi-tubi di kepala,” kata sepupunya yang tinggal di Irak kepada AFP, Rabu (28/9/2022).

“Kematian Jihna telah membuka pintu kemarahan rakyat,” kata Erfan Salih Mortezaee (34) menggunakan nama depan Amini dalam bahasa Kurdi.

Dia mengacu pada gelombang protes yang terus berlanjut yang dipicu oleh kematiannya.

Dalam panggilan telepon setelah kematian wanita muda itu diumumkan, ibu Amini menceritakan apa yang terjadi ketika putrinya yang berusia 22 tahun ditahan, kata Mortezaee.

AFP berbicara dengan Mortezaee di wilayah otonomi Kurdistan Irak, berbatasan dengan provinsi asli Kurdistan Amini di Iran dan tempat dia tinggal selama setahun.

Baca juga: Legenda Sepak Bola Iran Kutuk Kematian Mencurigakan Mahsa Amini di Tangan Polisi, Dukung Demonstrasi

Di sana ia bergabung dengan kelompok nasionalis Kurdi Iran Komala, yang telah melakukan pemberontakan lintas batas jangka panjang melawan otoritas Teheran.

Kurdi mencari otonomi untuk daerah-daerah berpenduduk Kurdi di baratlaut Iran.

Mortezaee mengatakan sebelum masuk universitas, Amini pergi ke Teheran bersama orang tua dan saudara laki-lakinya yang berusia 17 tahun untuk mengunjungi kerabat.

Pada 13 September 2022, Amini, saudara laki-laki dan perempuannya juga pergi ke ibu kota.

"Saat meninggalkan stasiun bawah tanah Haghani, polisi moral menghentikan mereka, menangkap Jhina dan kerabatnya,” kata Mortezaee.

Mengenakan seragam militer dan berbicara di pangkalan Komala di daerah Sulaimaniyah di Irak utara, Mortezaee mengatakan saudara laki-laki Amini mencoba memberi tahu polisi.

Dimana, mereka di Teheran untuk pertama kalinya dan tidak tahu tradisi lokal.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved