Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dampak Perang Rusia Vs Ukraina, Kengerian Krisis Ekonomi Inggris, dari Makan Karet hingga Jadi PSK

Konflik Rusia dan Ukraina yang berkecamuk sejak Februari 2014 yang lalu, berdampak terhadap ekonomi banyak negara Eropa, termasuk Inggris

Editor: bakri
AFP/OLI SCARFF
Seorang warga di Liverpool, Inggris, Minggu (25/9/2022), mengambil foto poster gerakan ‘Jangan Bayar’ yang menyerukan harga energi yang lebih adil untuk semua, dan boikot pembayaran tagihan energi. 

Mereka (para koki) secara aktif keluar dan menemukan anak-anak bersembunyi di taman bermain karena berpikir mereka bisa mendapatkan makanan, lalu kemudian (para koki) memberikan makanan ke anak-anak itu," tambah Naomi Duncan lagi.

Krisis ekonomi itu juga membuat banyak perempuan Inggris memilih menjadi pekerja seks demi bisa memenuhi biaya hidup mereka.

Baca juga: Banyak Warga Korea Utara Cerai karena Krisis Ekonomi

Juru bicara organisasi English Collective of Prostitutes, Niki Adams, menuturkan, para perempuan itu melakukan pekerjaan seks dengan berbagai cara, baik di jalan maupun secara virtual.

"Apa yang kami lihat saat ini adalah orang-orang bekerja di sana karena putus asa,” ucapnya.

Selain itu, Evening Standard mengungkapkan jumlah permintaan bantuan dari English Collective of Prostitutes meningkat sepertiga kali pada musim panas ini.

English Collective of Prostitutes sendiri merupakan organisasi bawah tanah bagi pekerja seks komersial di Inggris.

Organisasi ini memiliki jaringan bantuan dan pusat di berbagai kota Inggris, dan bertujuan memberikan pelajaran pada pekerja seks komersial untuk menjaga diri agar tetap aman.

Adams menilai tak hanya membuat sejumlah perempuan baru memilih bekerja seks, krisis juga menyebabkan masyarakat yang sudah lepas dari pekerjaan itu kembali lagi.

"Mereka didorong ke (sektor) tersebut karena entah mereka kehilangan pekerjaan 'lurus' mereka akibat Covid-19, atau itu tidak menutupi apa yang mereka butuhkan untuk hidup," katanya.

Tak hanya Adams, CEO lembaga pendukung pekerja seks MASH, Annie Emery, mengakui lebih banyak perempuan menghubunginya untuk menjadi PSK demi bisa hidup dan mendapatkan tempat tinggal.

Emery menilai pandemi Covid-19 memang memperburuk kehidupan perempuan yang sudah berada dalam situasi sulit.

"Saat Covid-19 melanda, kami melihat kenaikan angka perempuan yang kehilangan pemasukan mereka hanya dalam waktu semalam, membutuhkan paket pangan darurat, yang diusir dari tempat tinggalnya, atau tak dapat melakukan isolasi," ujar Emery. (CNN Indonesia)

Baca juga: Massa Tuntut PM Sri Lanka Mundur di Tengah Krisis Ekonomi, Presiden Tak Terdeteksi di Mana 

Baca juga: Virus Corona Mendunia, Apakah Indonesia Bakal Alami Krisis Ekonomi? Ini Jawaban Menkeu Sri Mulyani

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved