Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dampak Perang Rusia Vs Ukraina, Kengerian Krisis Ekonomi Inggris, dari Makan Karet hingga Jadi PSK

Konflik Rusia dan Ukraina yang berkecamuk sejak Februari 2014 yang lalu, berdampak terhadap ekonomi banyak negara Eropa, termasuk Inggris

Editor: bakri
AFP/OLI SCARFF
Seorang warga di Liverpool, Inggris, Minggu (25/9/2022), mengambil foto poster gerakan ‘Jangan Bayar’ yang menyerukan harga energi yang lebih adil untuk semua, dan boikot pembayaran tagihan energi. 

Angka ini naik sekitar 45 persen sejak perhitungan terakhir di Maret lalu.

Selain itu, berdasarkan survei opinium, terdapat 5,6 juta warga rela mengurangi jatah makan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis.

Ini termasuk melewatkan makan, makan sekali sehari, atau tidak makan sama sekali pada beberapa hari.

Kepala Eksekutif Opinium, Joanna Elson, menyatakan jaminan harga energi pemerintah telah memang meredakan ketakutan akan kenaikan tagihan di masa yang akan datang.

Baca juga: Tunisia Didera Krisis Ekonomi, Kebutuhan Pangan Kosong, Warga Protes hingga Rebutan Gula dan Beras

Namun, krisis terlanjur berdampak pada jutaan orang.

"Banyak rumah tangga sudah menghadapi pilihan yang tidak mungkin, seperti melewatkan makan hanya untuk menyalakan lampu," kata Elson.

Tidak hanya mengurangi jatah makan, Opinium mengatakan hampir 8 juta warga Inggris sampai harus menjual barang pribadi atau alat rumah tangga demi meringankan biaya hidup terutama menutupi tagihan listrik.

Beberapa kepala sekolah di Inggris melaporkan anak-anak memakan karet atau bersembunyi di taman bermain saat jam istirahat karena mereka tak mampu membeli makan siang.

Sebagaimana diberitakan The Guardian, seorang anak di salah satu sekolah di Lewisham bahkan sampai berpura-pura makan makanan dari kotak bekal kosong karena tak mendapatkan makanan gratis dari sekolah.

Ia juga disebut berpura-pura makan karena tak ingin teman-temannya tahu kalau di rumahnya tidak ada makanan.

"Kami mendengar kasus anak-anak yang sangat lapar dan kemudian memakan karet di sekolah,” kata Naomi Duncan, Kepala Eksekutif Chefs in Schools.

"Anak-anak yang datang juga tak makan apapun sejak menerima makan siang pada sehari sebelum.

Pemerintah harus melakukan sesuatu," lanjutnya.

"Ini sangat menyedihkan bagi koki kami.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved