Breaking News:

Berita Banda Aceh

224 Gampong di Aceh Mandiri, Namun belum IPD Tertinggi, Begini Pengelolaan Dana Desa Harus Dilakukan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong atau DPMG Aceh, Dr Zulkifli, menyampaikan hal ini, Jumat (30/9/2022). 

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Kepala Bappeda Aceh, HT Ahmad Dadek (tengah) saat studi banding Desa Mandiri IPD tertinggi di Bali, Kamis (29/9/2022) 

Kemudian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Biro Pembangunan Setda Aceh. 

Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, SH, MH, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Jumat (30/9/2022). 

Baca juga: 61 Gampong di Lhokseumawe belum Cairkan Dana Desa Tahap Tiga, Ini Kendalanya

“Misi dan tujuan  studi banding itu untuk belajar cara mengelola dana desa menjadi desa mandiri yang kemudian memiliki Indek Pembangunan Desa Tertinggi,” kata Ahmad Dadek. 

Dalam kunjungan tersebut, kata Kepala Bappeda Aceh, H T Ahmad Dadek, Tim dari Pemerintah Aceh, disambut Camat Ubud, Wayan Suwiya dan Perbekel Peliatan atau Kepala Desa, Dwi Sutariyanto.

 Kepala Desa Peliatan, Dwi Sutariyanto, kepada Tim Pemerintah Aceh mengatakan atas kesuksesan desanya menjadi Desa Mandiri yang memiliki IPD Tertinggi, maka dapat hadiah dari pemerintah Rp 150 juta.

Kata Ahmad Dadek, atas penjelasan ini membuat Tim dari Pemerintah Aceh kaget karena desa-desa berprestasi di Bali, diberikan bonus tambahan dana desa dari pemerintah.

Pasalnya, kata Ahmad Dadek, informasi awal yang mereka diterima desa-desa yang sudah berstatus Desa Mandiri dan memiliki Indeks Pembangunan Desa Tertinggi, alokasi dana desanya akan dikurangi.

"Rupanya informasi itu tidak benar,” ujar H T Ahmad Dadek.

Ahmad Dadek mengatakan studi banding Tim dari Aceh itu untuk belajar dan mencari tambahan pengetahuan dalam mengelola data pemerintahan desa untuk pembangunan. 

Kemudian mengubah pola pikir kepala desa, perangkat desa dan masyarakat, bagaimana mengelola dana desa untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat. 

Mulai dari bidang ekonomi, pendididikan, agama, sosial, ekologi dan lainnya, sejalan mulai menurunnya penerimaan dana Otsus Aceh..

Camat Ubud, Wayan Suwiya mengatakan, bahwa pariwisata menjadi andalan utama desa-desa di Kecamatan Ubud.

Dana desanya dimanfaatakan untuk pengembangan pariwisata desa, sehingga kegiatan pertaniannya, mulai terpinggirkan.

Kades Dwi mengatakan, sebelum terjadi bencana pandemi covid 2020 – 2021, di desanya orang datang  untuk berwisata sangat ramai, sehingga polisi mengalami kesulitan untuk mengurai kemecaten kendaraan bermotor.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved