Breaking News:

Internasional

Arab Saudi Umumkan Satwar Liar Dilindungi, Dilarang Diburu Selamanya

Badan Satwa Liar Nasional (NCW) Arab Saudi mengumumkan jenis hewan liar yang secara resmi dilindungi dari perburuan.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Macan tutul Arab termasuk hewan yang dilindungi di Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Badan Satwa Liar Nasional (NCW) Arab Saudi mengumumkan jenis hewan liar yang secara resmi dilindungi dari perburuan.

NCW mempresentasikan infografis yang menunjukkan Pasal 4 Peraturan Eksekutif untuk Perburuan Satwa Liar.

Dimana, melarang perburuan predator seperti macan tutul Arab, hyena, serigala, lynx, kucing pasir, gen umum, dan luak madu.

Berburu burung endemik di Kerajaan juga dilarang, selain ungulata, termasuk kijang Arab, kijang gondok berwarna berpasir.

Kemudian, kijang gunung, baik ditemukan di pegunungan atau di Kepulauan Farasan dan ibex Nubia.

“NCW telah mengembangkan sistem perburuan yang telah dipuji secara global oleh otoritas lingkungan,” kata Dr. Mohammed bin Yaslam Shobrak, pakar burung dan satwa liar.

Baca juga: Dua Anak Macan Tutul Arab Lahir Lagi di Pusat Penelitian Satwa Liar Arab Saudi

Dia menjelaskan ini menjadi sistem khusus dan terorganisir yang dirancang untuk melindungi dan menjaga keseimbangan lingkungan.

“Sistem ini memperhatikan kelestarian spesies yang terancam punah," jelasnya.

"Pengembangan sistem didasarkan pada empat pilar utama untuk berkontribusi pada pengembangan standar pengendalian perburuan,” katanya kepada Arab News, Senin (3/10/2022).

Dia menyatakan pilar pertama, hukum Syariah, karena Al-Quran dan Sunnah melarang berburu burung hud dan shrike khas, serta berburu di sekitar Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Nabi Muhammad juga melarang mengambil bayi burung dari sarangnya ketika dia menyaksikan seekor burung terbang di atas kepalanya dan bertanya:

Baca juga: USK Dampingi Penyusunan Rapergub Tentang Penetapan Bencana Luar Biasa Akibat Konflik Satwa Liar

'Siapa yang mendukakan ini untuk anak-anaknya? "

"Kembalikan anak-anak mudanya ke sana."

"Dia percaya mengambil bayi burung dan telurnya berbahaya bagi induknya,” kata Shobrak.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved