Rabu, 13 Mei 2026

Salam

Anies Ingin Nyatakan Kesungguhannya

Nama-nama lain yang kini menjadi saingan Anies adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani

Tayang:
Editor: bakri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pengumuman deklarasi Calon Presiden 2024 dari Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). 

PARTAI Nasional Demokrat (Nasdem) sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden yang mereka usung dalam Pilpres 2024.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mendeklarasi pencalonan Anies pada Senin (3/10/2022) di Jakarta.

Nama-nama lain yang kini menjadi saingan Anies adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Puan Maharani.

Ganjar bahkan sudah dideklarasikan juga oleh PSI.

Anies menyatakan dirinya menerima ajakan Nasdem setelah mendengar pikiran yang disampaikan Surya Paloh perihal bangsa Indonesia.

Dia mengaku diajak Surya Paloh untuk memperbaiki permasalahan Indonesia sekaligus meneruskan apa-apa saja yang belum dikerjakan.

Namun, untuk menjadi calon presiden Anies masih harus mendapat dukungan dari partai lainnya guna mencukupi presidential treshold yang minimal 20 persen kursi di DPR.

Sedangkan Nasdem memiliki sekitar 9 persen.

Jadi, masih harus berkoalisi untuk bisa menggoalkan Anies sebagai calon presiden.

Baca juga: NasDem Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres, Begini Respons PKS, Demokrat, PAN, PDI-P, dan PSI

Baca juga: Garda Pemuda NasDem Aceh Dukung Surya Paloh Tetapkan Anies Baswedan Capres 2024

Penguasaan kursi DPR-RI periode ini adalah PDI-P: 128 kursi (19,33 persen), Partai Golkar 85 kursi (12,31 persen), Partai Gerindra 78 kursi (12,57 persen), Partai Nasdem: 59 kursi (9,05 persen), PKB 58 kursi (9,69 persen), Partai Demokrat 54 kursi (7,77 persen), PKS 50 kursi (8,21 persen), PAN 44 kursi (6,84 persen), dan PPP 19 kursi (4,52 persen).

Saat berpidato pada acara deklarasi di Nasdem Tower, Anies antara lain mengutip salah satu pepatah Aceh yakni “Jadda wa jaddi, meunan ta pinta meunan jadi.

” Di Aceh banyak pepatah semacam itu, biasanya disebut Hadih maja.

Hadih maja adalah perkataan atau peribahasa dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Di dalamnya mengandung unsur filosofis yang dipergunakan sebagai nasehat, peringatan, penjelasan, perumpamaan, bahkan sindiran halus sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat di Aceh.

Tentang jadda wa jaddi, itu lebih dikenal sebagai pepatah Arab, yaitu Man Jadda Wa Jadda, yang artinya untuk mendapatkan sesuatu kita harus berusaha.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved