Breaking News:

Berita Bireuen

Polres Bireuen Selesaikan Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Ketua DPRK Secara Restorative Justice

Korban ujaran kebencian melalui aplikasi TikTok, yakni Ketua DPRK Bireuen juga sudah memaafkan pelaku Tar. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Dokumen Polres Bireuen  
Kasus ujaran kebencian terhadap Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar melalui TikTok diselesaikan secara restorative justice, Selasa (4/10/2022) sore. Kedua belah pihak saling memaafkan di Mapolres Bireuen. 

Dalam hal ini, korban juga sudah merasa mendapatkan keadilan atas terlaksananya restorative justice ini. 

Baca juga: Restorative Justice, Penyelesaian Perkara Hukum dengan Damai

Pertemuan penyelesaian kasus tersebut selain dihadiri pelaku dan korban, juga dihadiri keuchik, tengku imum Desa Samuti Aman dan perangkat desa kedua belah pihak. 

Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar SSos, mengakui sudah memaafkan pelaku. 

Ke depan ia berharap siapa saja harus lebih bijaksana dan berhati-hati dalam membuat konten video yang tidak bermanfaat, apalagi merugikan orang lain. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Samuti Aman, Kecamatan Gandapura, Bireuen berinisial Tar alias Midi (42) ditangkap tim Polres Bireuen sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (21/9/2022). 

Penangkapannya di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, itu karena yang bersangkutan melakukan ujaran kebencian terhadap Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar via aplikasi TikTok. (*)

Baca juga: Tersangka Bikin TikTok Minta Maaf Kasus Penghinaan Ketua DPRK Bireuen

Baca juga: Warga Bireuen Ditangkap di Pidie, Hina Ketua DPRK di Tiktok

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved