Internasional
Turki Usulkan Gencatan Senjata di Ukraina, Kedua Belah Pihak Masih Jauh Dari Kata Damai
Pemerintah Turki menyerukan gencatan senjata segera untuk mengakhiri perang Ukraina yang sudah berdampak ke seluruh dunia.
SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pemerintah Turki menyerukan gencatan senjata segera untuk mengakhiri perang Ukraina yang sudah berdampak ke seluruh dunia.
Seruan itu disampaikan hanya beberapa hari menjelang pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Astana, Kazakhstan pada Kamis (13/10/2022).
Erdogan memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin Rusia itu.
Meskipun ada perbedaan pendapat tentang isu-isu seperti Suriah, dan juga memiliki hubungan baik dengan Kiev.
Turki tetap netral selama konflik di Ukraina meskipun menjadi anggota NATO.
Tetapi meningkatnya serangan Rusia di kota-kota Ukraina semakin mengurangi peluang untuk solusi diplomatik.
Baca juga: Turki Tuduh AS Bantu Persenjataan Kurdi di Suriah, Bunuh Polisi Negaranya di Perbatasan Selatan
“Sayangnya kedua belah pihak dengan cepat menjauh dari diplomasi,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, seperti dilansir AFP, Rabu (12/10/2022).
“Situasinya menjadi lebih buruk dan lebih rumit. Gencatan senjata harus dilakukan sesegera mungkin, dan semakin cepat semakin baik," harapnya.
“Harus ada perdamaian yang adil untuk Ukraina, di mana perang terjadi," tambahnya.
"Sebuah proses yang akan memastikan perbatasan dan integritas wilayah Ukraina harus dimulai," ujar Cavusoglu.
"Tanpa gencatan senjata, tidak mungkin membicarakan masalah-masalah itu dengan cara yang sehat," jelasnya.
Dilaporkan, pada serangan rudal kedua Rusia pada Selasa (11/10/2022), intensitas mulai menurun dibandingkan pada hari Senin (10/10/2022).
Baca juga: Erdogan Akan Temui Presiden Rusia di Astana, Berharap Dapat Satukan Dengan Volodymyr Zelenskyy
Puluhan serangan udara menewaskan 19 orang, melukai lebih dari 100 orang serta melumpuhkan pasokan listrik di seluruh negeri.(*)