Kupi Beungoh
Keblinger!
Setelahnya, berturut-turut: Maradona, Cristiano Ronaldo, Pele, dan Zidane. Uniknya, Ronaldo Nazario diletakkan di nomor urut sepuluh...
Ketiga, faktor pengaruh dan warisan. Redaksi FourFourTwo mengabaikan kesinambungan sejarah ketika meletakkan frasa "pengaruh di era mereka" dalam melihat kiprah seorang pemain. Misalnya saja absennya nama penjaga gawang dalam posisi sepuluh besar.
Padahal, posisi itu dibicarakan karena ada seorang pemain yang bernama Lev Yashin, yang menjadikan posisi tersebut memiliki tradisi dalam narasi sepak bola. Atau, yang paling konyol, ketika Ronaldo Nazario berada di bawah George Best.
Bagaimana mungkin, seorang pemain yang telah menguasai tahta striker dengan sangat mengagumkan, mulai dari teknik, prestasi, dan capaian, dikalahkan oleh pemain yang tidak pernah bermain di gelaran Piala Dunia.
Apabila saya meneruskan faktor pengaruh dan warisan, tentu saja pilihan saya akan berbeda dengan majalah FourFourTwo, terutama untuk urutan pemain terbaik sepanjang sejarah.
Apabila mereka di Inggris, sambil minum teh, memilih: 1. Lionel Messi, 2. Diego Maradona, 3. Cristiano Ronaldo, 4. Pele, 5. Zinedine Zidane, 6. Johan Cruyff, 7. George Best, 8. Franz Beckenbauer, 9. Ferenc Puskas, 10. Ronaldo Nazario, maka pilihan saya tidak akan sama.
Di Aceh, sambil minum kopi, saya memilih: 1. Diego Maradona, 2. Zinedine Zidane, 3. Pele, 4. Ronaldo Nazario, 5. Cristiano Ronaldo, 6. Lionel Messi, 7. Johan Cruyff, 8. Franz Beckenbauer, 9. Bobby Charlton, 10. Lev Yashin.
Silahkan saja diadu pilihan saya tersebut dengan pilihan majalah FourFourTwo.
Anda pun, jika memiliki daftar pemain sepak bola sepanjang sejarah, juga boleh memperurutkannya. Siapa saja boleh. Tetapi, jangan sampai keblinger!.(*)
*) PENULIS adalah Muhammad Alkaf, akrab disapa Bung Alkaf, seorang Esais Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggungjawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bung-Alkaf.jpg)