Kupi Beungoh

Keblinger!

Setelahnya, berturut-turut: Maradona, Cristiano Ronaldo, Pele, dan Zidane. Uniknya, Ronaldo Nazario diletakkan di nomor urut sepuluh...

FOR SERAMBINEWS.COM
Bung Alkaf, Esais Aceh 

Oleh: Bung Alkaf *)

MAJALAH yang berdiam di Inggris, FourFourTwo, merilis 100 pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Hasilnya mengejutkan!.

Majalah tua itu menempatkan Lionel Messi, pemain yang sepanjang karirnya hampir menghabiskan waktunya bersama Barcelona, di nomor urut satu.

Setelahnya, berturut-turut: Maradona, Cristiano Ronaldo, Pele, dan Zidane. Uniknya, Ronaldo Nazario diletakkan di nomor urut sepuluh. Sedangkan George Best berada di nomor tujuh.

Dalam pengantar ringkasnya, redaksi majalah FourFourTwo menjelaskan kriteria yang menjadi alasan mereka untuk memilih 100 nama pemain terbaik sepanjang sejarah itu, diantaranya: yang paling berpengaruh di era mereka, yang paling berkesan, dan yang membuat mereka kagum dengan bakat dan prestasi pemain tersebut.

Tentu saja, pilihan tersebut bersifat subjektif. Setiap orang memiliki pilihan pemain terbaik sepanjang masa, minimal satu sampai sepuluh, termasuk saya.

Baca juga: Rahasia Batin Latihan Persiraja

Baca juga: Bang Fuad

Baca juga: Koes Plus

Namun, di ruang ini, saya ingin membaca, tepatnya menebak, apa yang ada dalam pikiran redaksi majalah itu ketika meletakkan Maradona di nomor urut dua dan Ronaldo Nazario di urutan ke sepuluh.

Pertama, ada faktor media sosial sebagai pembelah era. Setelah media sosial menjadi penentu narasi, zaman sebelum dan sesudah keberadaan medium itu menjadi sangat berbeda. Jangan-jangan pun, mayoritas wartawan di media itu tumbuh dalam dekapan media sosial dan online daripada koran, tivi, atau majalah.

Saya rasa tim redaksi majalah FourFourTwo ketika memilih nama 100 pemain terbaik sepanjang sejarah sudah berada dalam bias media sosial itu.

Itulah mengapa ada nama Messi dan Cristiano Ronaldo pada posisi tiga besar. Saya pun menaruh curiga bahwa tujuan dari mereka memilih keseratus nama itu hanya untuk meletakkan dua nama: Messi dan Cristiano Ronaldo.

Namun, ketika rapat redaksi berlangsung, ada seorang wartawan yang sudah mengikuti sepak bola sejak era Eusbio di Inggris 1966. Dia mengingatkan apa pun pilihan redaksi, jangan sampai mengabaikan Maradona. Apabila hal itu dilakukan, pilihan mereka akan diabaikan. Akan tetapi, dari penempatan Maradona diantara Messi dan Ronaldo yang menjadi titik kritisnya.

Kedua, kegagapan dalam menentukan kriteria. Saya hampir pasti mengetahui kalau ditempatkannya Messi sebagai pemain sepak bola terbaik sepanjang sejarah karena faktor rekor yang bersifat kuantitatif dan statistik.

Sepanjang karirnya, hal itulah yang selalu diperdebatkan dengan Cristiano Ronaldo: Siapa pencetak gol terbanyak, siapa peraih Ballon d'Or terbanyak, siapa pemberi assist terbanyak, dan deretan catatan yang bersifat kuantitatif lainnya.

Kalau itu yang menjadi tolak ukur, tentu saja Maradona tidak hanya terlempar dari lima besar, bahkan dia juga tidak berada dalam sepuluh besar.

Namun, redaksi bersikap tidak konsisten. Demi menyelamatkan pertanyaan masyarakat atas pilihan mereka kepada Messi, seluruh catatan rekor kuantitatif Maradona diabaikan.

Ketiga, faktor pengaruh dan warisan. Redaksi FourFourTwo mengabaikan kesinambungan sejarah ketika meletakkan frasa "pengaruh di era mereka" dalam melihat kiprah seorang pemain. Misalnya saja absennya nama penjaga gawang dalam posisi sepuluh besar.

Padahal, posisi itu dibicarakan karena ada seorang pemain yang bernama Lev Yashin, yang menjadikan posisi tersebut memiliki tradisi dalam narasi sepak bola. Atau, yang paling konyol, ketika Ronaldo Nazario berada di bawah George Best.

Bagaimana mungkin, seorang pemain yang telah menguasai tahta striker dengan sangat mengagumkan, mulai dari teknik, prestasi, dan capaian, dikalahkan oleh pemain yang tidak pernah bermain di gelaran Piala Dunia.

Apabila saya meneruskan faktor pengaruh dan warisan, tentu saja pilihan saya akan berbeda dengan majalah FourFourTwo, terutama untuk urutan pemain terbaik sepanjang sejarah.

Apabila mereka di Inggris, sambil minum teh, memilih: 1. Lionel Messi, 2. Diego Maradona, 3. Cristiano Ronaldo, 4. Pele, 5. Zinedine Zidane, 6. Johan Cruyff, 7. George Best, 8. Franz Beckenbauer, 9. Ferenc Puskas, 10. Ronaldo Nazario, maka pilihan saya tidak akan sama.

Di Aceh, sambil minum kopi, saya memilih: 1. Diego Maradona, 2. Zinedine Zidane, 3. Pele, 4. Ronaldo Nazario, 5. Cristiano Ronaldo, 6. Lionel Messi, 7. Johan Cruyff, 8. Franz Beckenbauer, 9. Bobby Charlton, 10. Lev Yashin.

Silahkan saja diadu pilihan saya tersebut dengan pilihan majalah FourFourTwo.

Anda pun, jika memiliki daftar pemain sepak bola sepanjang sejarah, juga boleh memperurutkannya. Siapa saja boleh. Tetapi, jangan sampai keblinger!.(*)

*) PENULIS adalah Muhammad Alkaf, akrab disapa Bung Alkaf, seorang Esais Aceh

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggungjawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved